Pergerakan tanah sebabkan belasan rumah di Cibadak Sukabumi rusak

id Pergerakan Tanah Sukabumi,Kabupaten Sukabumi,BPBD Kabupaten Sukabumi,pengertian pergeseran tanah, tanah bergerak adalah, penyebab tanah bergerak, peny

Kondisi lantai rumah warga di Kampung Cieurih, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang rusak akibat bencana pergerakan tanah. ANTARA/Aditya Rohman/am.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada sedikitnya 15 unit rumah di Kecamatan Cibadak yang rusak akibat bencana pergerakan tanah.

"Dari 15 unit rumah yang rusak di Kampung Cieurih RT 01/08, Desa Sukasirna tiga diantaranya rusak sedang dan 12 rusak ringan dengan jumlah jiwa yang menjadi korban sebanyak 56 jiwa," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa.

Ia menjelaskan bencana pergerakan tanah itu sudah terjadi sejak sepekan yang lalu, namun tidak menyebabkan kerusakan permukimakan warga. Tapi kondisi cuaca yang tidak menentu terkadang hujan deras dan tiba-tiba cuaca menjadi terik sehingga, tanah yang awalnya kering kemudian terkena hujan menjadi labil dan retak-retak.

Setiap harinya, kata dia, pergerakan tanah ini semakin meluas dan berdampak ke permukiman masyarakat. Akibatnya belasan rumah rusak dan tidak menutup kemungkinan bencana ini terus meluas karena kondisi tanah di daerah ini labil.

Baca juga: BPBD Sukabumi dirikan tenda pengungsian di lokasi pergerakan tanah

Untuk menggntisipasi meluasnya bencana pergerakan tanah pihaknya bersama petugas TNI, Polri aparat pemerintah desa dan kecamatan serta warga melakukan pemadatan retakan tanah sepanjang 10 meter dengan kedalaman dua meter.

"Mayoritas rumah yang rusak tersebut pada bagian lantai dan tembok kerusakan itu dikarenakan bergesernya pondasi dan bangunan rumah sehingga, warga yang rumahnya sudah terdampak untuk selalu waspada," tambahnya.

BPBD mengimbau kepada warga agar berhati-hati dan lebih baik mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman karena dikhawatirkan jika pergerakan tanah ini semakin meluas dan dalam maka rumah bisa amblas.

"Bahkan bisa roboh seperti yang terjadi di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung," demikian Daeng Sutisna.

Baca juga: Jalan penghubung antarkampung di Sukabumi putus oleh pergerakan tanah
Baca juga: Korban pergerakan tanah bertahan di tenda pengungsian

 

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar