Pengamat sebut tujuh tantangan pembangunan pertanian Indonesia

id tantangan sektor pertanian,tujuh tantangan pertanian

Leta Rafael Levis (kedua dari kiri) tengah berdiskusi bersama tentang pembangunan pertanian. ANTARA/Bernadus Tokan

Kupang (ANTARA) - Pengamat pertanian dari Universitas Nusa Cendana, Kupang , Dr. Leta Rafael Levis mengatakan, ada tujuh tantangan terbesar dalam pembangunan sektor pertanian di Tanah Air.

"Tantangan terbesar dalam pembangunan pertanian saat ini bukan terletak pada bagaimana meningkatkan produksi pertanian dan teknologi apa yang akan digunakan, tetapi ada sejumlah tantangan terbesar yang tengah dihadapi saat ini," kata Leta Rafael Levis di Kupang, Kamis.

Dia mengemukakan pandangan itu, menjawab pertanyaan seputar tantangan apa yang paling serius dalam pembangunan di sektor pertanian pada periode kedua pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca juga: Mentan: tantangan pertanian makin berat
Baca juga: Jadi Mentan, Syahrul Limpo janji seragamkan data pangan


Tantangan pertama menurut dia, adalah menurunnya sumber-sumber air untuk kepentingan pertanian, konversi lahan yang tak terkendali.

Ketiga, lemahnya program peningkatan kompetensi para petani dan penyuluh serta pengembangan kelembagaan petani, kata Leta Rafael.

Tantangan ke empat adalah terjadi pola deagrarianisai dalam kebijakan pembangunan nasional.

Misalnya, kontribusi sektor perrtanian terhadap PDRB tidak digunakan untuk pembangunan sektor pertanian tetapi lebih banyak digunakan untuk sektor non pertanian.
Baca juga: Kementan: cara tradisional tantangan optimalisasi lahan rawa
Baca juga: Anggota DPR harapkan Mentan baru wujudkan swasembada pangan
Tantangan kelima adalah kebijakan nasional untuk pelestarian dan pengembangan plasma nufta yang menjadi ciri khas tanaman masing-masing wilayah belum signifikan sehinga banyak potensi lokal yang hilang.

Ketujuh adalah sinkronisasi sektor pertanian dan pariwisata yang dilakukan pemerintah masih belum terjalin dengan baik, katanya.

Tantangan lain adalah belum ada keseragaman data tentang persediaan beras atau pangan sehingga terjadi perbedaan dan menimbulkan perdebatan antara kementan, kemendag dan bulog, katanya menambahkan.

"Ini adalah tantangan terbesar dalam pembangunan di sektor pertanian, bukan soal tingkat produktivitas dan pilihan penggunaan teknologi," katanya.
Baca juga: Wapres Kalla: Jumlah penduduk jadi tantangan produktivitas pertanian
Baca juga: FAO sebut perubahan iklim tantangan besar manusia

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar