ST Burhanuddin akui sudah lama tinggalkan Kejaksaan Agung

id jaksa agung,st burhanuddin

Jaksa Agung ST Burhanuddin bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/pri.

Jakarta (ANTARA) - Jaksa Agung yang baru dilantik Presiden Joko Widodo ST Burhanuddin mengakui dirinya sudah lama meninggalkan Kejaksaan Agung.

"Saya kan sudah lama meninggalkan Kejagung nih harus dilihat dulu, nggak bisa begitu saja dong. Saya harus lihat dulu, kan sudah lama saya ninggalin Kejaksaan Agung," kata Burhanuddin di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Burhanuddin menjawab pertanyaan wartawan mengenai program-programnya di lembaga penegak hukum tersebut.

ST Burhanuddin adalah mantan Jaksa Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) periode 2010-2014. Sebelum menjadi Jamdatun, Burhanuddin mengemban tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Baca juga: ST Burhanuddin mengaku profesional walau saudara TB Hasanuddin

Burhanuddin juga tidak tampak terlihat dipanggil Presiden Jokowi pada Senin-Selasa, 21-22 Oktober 2019 seperti para calon menteri dan pejabat setingkat menteri lainnya.

"Ke Istana kok kemarin, dihubungi 18.30 WIB," ungkap Burhanuddin.

Namun Burhanuddin hanya berjalan cepat ke arah mobilnya tanpa menjelaskan pesan Presiden Jokowi kepada dirinya selama menjabat sebagai Jaksa Agung.

"Pasti ada pesannya tapi nanti lah nanti," kata Burhanuddin.

Baca juga: Usai pelantikan, Jaksa Agung ST Burhanuddin masuk kerja

Burhanuddin juga membantah punya relasi dengan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin.

"Enggak," jawab Burhanuddin singkat.

Padahal TB Hasanuddin sendiri mengakui bahwa Burhanuddin adalah adiknya. Tapi Burhanuddin masuk menjadi menteri dari jalur profesional, bukan kepartaian.

Baca juga: Tak lagi dari partai, Jaksa Agung ST Burhanuddin jaksa karier

Saat mengenalkan Burhanuddin sebagai Jaksa Agung, Presiden Jokowi meminta agar Burhanuddin menjaga independensi hukum.

"Yang ke-38 bapak ST Burhanuddin, Jaksa Agung, gak ada yang tahu? Nanti silakan langsung bertanya ke Pak Burhan, beliau menjaga independensi hukum, menegakkan supresmasi hukum dan membangun. Kemarin saya sudah sampaikan complain handling management ini benar-benar harus diurus benar," kata Presiden Jokowi.

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar