Disiplin ala militer dr Terawan diharapkan dapat benahi JKN

id Menkes,Terawan,Ahmad Ansyori,DJSN

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Anysori memberikan keterangan pada awak media di Yogyakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan dr Terawan yang memiliki latar belakang militer dengan kedisiplinan tinggi diharapkan dapat membenahi berbagai persoalan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Ansyori.

"Dokter Terawan sudahlah dia di militer disiplin tinggi, kemudian juga orang medis, keberpihakan beliau dari sepak terjang beliau selama ini kita kenali," kata Ansyori di Yogyakarta, Rabu

Menurut Ansyori, saat ini sudah terdapat pemahaman bersama tentang JKN oleh berbagai kementerian-lembaga pemerintah sehingga hanya tinggal melanjutkan program yang sedang dibenahi.

Baca juga: PERKI harap Menkes baru prioritaskan pelayanan penyakit jantung

Ia berharap Menkes Terawan segera melakukan sesuatu untuk pembenahan program JKN-KIS. "Pada dasarnya sudah diperoleh keseimbangan pemahaman horizon persoalan JKN jadi time is coming, do acting.

Dia juga berpendapat dengan dipilihnya kembali Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan akan sangat membantu pelaksanaan program JKN berjalan dengan baik.

Ansyori menilai Menkeu Sri Mulyani sangat objektif dan teknokratik yang bisa mendukung keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional.

Dia berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebagaimana yang diusulkan oleh pemangku kepentingan dengan menerapkan penyesuaian iuran.

Paling tidak yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menaikkan iuran segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh negara mulai September atau bahkan Agustus 2019 lalu untuk memberikan dana segar pada rumah sakit.

Baca juga: Karangan bunga berdatangan di RSPAD ucapkan selamat ke dr Terawan

Baca juga: Dr Terawan calon Menkes yang sudah berbekal inovasi


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar