IMM: kabinet utamakan muda kreatif enerjik

id kabinet baru,najih,imm,ikatan mahasiswa muhammadiyah

Presiden Jokowi pastikan jumlah menteri di kabinet baru tetap sama (ANTARA/Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Najih Prastiyo, mengatakan kabinet yang dibentuk seharusnya mengidentikkan dengan semangat muda yang enerjik dan kreatif dalam melihat dinamisnya kondisi global dan nasional hari ini.

"Harusnya Pak Joko Widodo hari ini memprioritaskan tokoh muda partai politik yang kemarin telah fokus mengawal kemenangannya dalam Pilpres 2019 yang lalu," kata Najih kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kehadiran sosok-sosok muda dan enerjik sangat diperlukan untuk memberikan respon dengan cepat atas berbagai persoalan bangsa yang dihadapi dan tentunya dengan sudut pandang yang lebih kekinian.

Baca juga: Presiden panggil mantan Gubernur Sulsel Yasin Limpo

Baca juga: Prof Mahfud, tokoh yang pernah di eksekutif, legislatif, dan yudikatif


Lebih lanjut, Najih mengatakan sosok menteri muda cenderung cukup cakap dan mampu membantu Presiden Joko Widodo dalam melakukan tugas-tugas negara dan mampu mewujudkan visi-misi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin 2019-2024.

Sementara itu, dia mengatakan akan sangat berat apabila mengambil menteri dari luar lingkaran pendukungnya tapi di dalam lingkaran pendukung Jokowi sendiri terdapat beberapa nama yang dinilai layak menempati posisi tersebut.

"Saya rasa akan berat apabila mengambil dari luar, tapi di internal tim Pak Jokowi sendiri itu ada beberapa nama yang layak dipertimbangkan. Katakanlah Ahmad Rofiq Sekjen Partai Perindo dan Raja Juli Antoni Sekjen PSI, yang secara kredibilitas dan potensi mereka ini sudah terbukti," katanya.

Najih berharap Jokowi dalam pemerintahannya yang kedua bersama Ma'ruf Amin mampu menahkodai bangsa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Untuk itu, Jokowi membutuhkan orang-orang terbaik dan memiliki visi yang sama untuk membangun bangsa Indonesia.

Baca juga: Agus Gumiwang tiba di Istana Kepresidenan

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar