Pengamat tak yakin Nasdem keluar gerbong koalisi Jokowi

id nasdem oposisi, surya paloh, koalisi jomkowi, prapor koalisi,Ahmad Atang

Dr Ahmad Atang MSi. ANTARA FOTO/Bernadus Tokan.

Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan, tidak yakin Nasdem akan keluar dari gerbong koalisi pendukung Joko Widodo.

"Saya tidak yakin Nasdem keluar dari gerbong koalisi Jokowi. Surya Paloh adalah politisi kawakan, yang tidak mengambil sikap politik pragmatis hanya karena orientasi kekuasaan yang tidak terpenuhi," ujarnya di Kupang, Selata.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan kemungkinan Nasdem keluar dari koalisi Jokowi dan menjadi bagian dari oposisi.

Baca juga: NasDem inginkan keberadaan oposisi kuat jalankan mekanisme kontrol

Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini. Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Baca juga: Pengamat nilai manuver politik NasDem belum berpotensi oposisi

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi. "Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10).

Ahmad Atang menambahkan, jika itu yang dilakukan (keluar dari gerbong koalisi) oleh Nasdem, maka publik akan meragukan kenegarawan Surya Paloh.

"Surya Paloh boleh jadi bisa keluar dari koalisi menjadi oposisi bukan karena alasan kekuasaan, namun lebih pada alasan yang bersangkutan adalah basis ideologis," tuturnya.

Basis ideologis, menurut Ahmad Atang, yaitu ingin membangun oposisi yang kuat agar demokrasi berkualitas. Surya Paloh boleh jadi ingin tampil sebagai jargon oposan, ucap Ahmad Atang menjelaskan.

Baca juga: Politisi Nasdem sarankan tiga parpol tetap jadi oposisi

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar