Pemerintah memberikan pupuk organik 1,5 ton per kelompok tambah 350 kilogram benih bawang merah berlabel biru
Tapsel (ANTARA) - Kementerian Pertanian RI menjalankan program pengembangan bawang merah di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada tahun anggaran 2019 dengan melibatkan berbagai kelompok tani di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan Bismark Muaratua di Sipirok, Senin, mengatakan, pengembangan tahap awal bawang merah program dari Kementerian Pertanian tersebut untuk 10 kelompok tani.

Dengan rincian tiga kelompok tani di wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, dua di Kecamatan Angkola Timur, empat di Kecamatan Sipirok, dan satu kelompok di Kecamatan Arse.

"Setiap kelompok mendapat bantuan dengan stimulan. Pemerintah memberikan pupuk organik 1,5 ton per kelompok tambah 350 kilogram benih bawang merah berlabel biru," katanya.

Didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Selatan  Derianto Harahap dan Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tapanuli Selatan Anuar Aidin Harahap, selanjutnya Bismark menyatakan, tujuan pengembangan budidaya bawang merah ini dalam rangka peningkatan pendapatan petani.

"Disamping selaras dengan upaya Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan dalam rangka mendorong petani mandiri benih, dan sejalan visi misi Pemkab Tapanuli Selatan mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera," katanya.

Menurut Bismark, tujuan lain dikembangkannya budidaya bawang merah yang sektor utama dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara guna menekan angka inflasi

"Kita berharap melalui sarana produksi berupa pupuk dan benih yang diberikan pemerintah ini dapat menghasilkan produksi yang cukup optimal yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi petani," ucapnya.

Baca juga: Panen bawang merah di Bantul, ASN dikerahkan beli langsung ke petani
Baca juga: Harga bawang murah di Bantul hanya yang berkualitas rendah

Pewarta: Juraidi dan Kodir
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2019