Tahir Foundation sumbang Rp5 miliar untuk UNRWA

id Tahir Foundation,UNRWA,lima miliar rupiah,pengungsi Palestina

Seorang warga Palestina mengkut bahan makanan di sebuah pusat penyaluran bantuan yang dikelola United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) di kompleks pengungsi Al-Shati di Kota Gaza pada 25/9/2019. (ANTARA/REUTERS/MOHAMMED SALEM/tm)

Amman, Jordania (ANTARA) - Tahir Foundation, yang berpusat di Indonesia, baru-baru ini memberi sumbangan untuk pertama kali senilai lima miliar rupiah bagi Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Dato' Sri Profesor Dr. Tahir, pengusaha dan dermawan Indonesia, menyerahkan sumbangan 350.000 dolar AS itu kepada Penjabat Wakil Komisaris- Jenderal UNRWA Christian Saunders dengan disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Jordania dan Palestina Andy Rachmianto.

Di dalam satu pernyataan, Dato' Sri Prof. Dr. Tahir kembali menyampaikan dukungannya bagi pengungsi Palestina, demikian dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin. "Selalu menjadi berkah buat saya dan keluarga saya untuk ikut dalam upaya yang mengagumkan ini dan mendukung semua yang UNRWA sediakan buat pengungsi Palestina. Kami sangat menghargai semua upaya kemanusiaan Anda buat mereka."

Wakil Komisaris-Jenderal UNRWA Saunders mengatakan, "UNRWA sangat berterima kasih kepada Dato' Sri Profesor Dr. Tahir atas sumbangan tulus dan atas komitmennya yang tak goyah buat pendidikan pengungsi Palestina. Kemitraan kuat yang ada antara UNRWA dan Tahir Foundation adalah aspek mendasar bagi keberhasilan pelaksanaan mandat organisasi tersebut."

Tahir Foundation adalah organisasi yang didanai swasta dan didirikan oleh Dato' Sri Prof. Dr. Tahir, Ketua Mayapada Group. Yayasan itu memusatkan perhatian pada layanan pendidikan dan perawatan kesehatan bagi kelompok yang rentan.

UNRWA memberikan layanan penyelamat nyawa bagi sebanyak 5,5 juta pengungsi Palestina yang terdaftar oleh badan itu di seluruh lima bidang operasi di Jordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat Sungai Jordan, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza. Layanannya meliputi pendidikan, perawatan kesehatan, layanan sosial dan bantuan, prasarana kamp dan peningkatannya, perlindungan serta keuangan mikro.

Sumber: WAFA

Baca juga: Meskipun kesulitan, Afghanistan sumbang satu juta dolar as buatUnrwa

Baca juga: Baznas salurkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina diluncurkan

 

Indonesia setia dukung Palestina


Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar