Masyarakat Hoeya dilibatkan cari pesawat hilang melalui jalur darat

id pesawat Twin Otter hilang, pesawat hilang

Komandan Lanud Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto (tengah) bersama Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto Monce Brury dan Kepala Cabang Airnav Indonesia Cabang Timika Andi. ANTARA/Evarianus Supar/pri

Timika (ANTARA) - Posko SAR yang berlokasi di Bandara Mozes Kilangin Timika, akan melibatkan masyarakat Distrik Hoeya untuk membantu upaya pencarian pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC yang hilang kontak sejak Rabu (18/9), melalui jalur darat.

Komandan Pangkalan Udara Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto di Timika, Sabtu mengatakan pelibatan masyarakat Distrik Hoeya untuk melakukan pencarian melalui jalur darat lantaran pesawat milik PT Carpediem itu belum juga ditemukan hingga hari ke empat operasi pencarian.

"Tadi helikopter Carpediem sudah mengangkut tiga orang masyarakat dengan dibekali logistik untuk diturunkan di Hoeya. Mereka nantinya akan mengajak masyarakat di sana untuk mencari ke titik sasaran dengan berjalan kaki. Kami sudah menyampaikan kepada mereka titik sasaran yang akan dituju," kata Letkol Sugeng.

Selain pencarian melalui jalur darat, Posko SAR di Bandara Timika rencananya akan mengerahkan armada helikopter lebih banyak untuk melakukan pencarian dari jalur udara pada Minggu (22/9).
Tim SAR gabungan menaiki tangga pesawat untuk mencari pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Sabtu (21/9/2019). (ANTARA/Evarianus Supar)

Letkol Sugeng mengatakan pada Minggu pagi mulai pukul 06.00 WIT proses pencarian pesawat hilang kontak itu akan diawali dengan menerbangkan pesawat CN 235 TNI AU untuk meninjau kondisi cuaca di lokasi sasaran.

Selanjutnya akan diterbangkan berturut-turut dua unit helikopter milik PT Freeport Indonesia dan disusul helikopter Caracal TNI AU dan helikopter milik PT Carpediem.

"Mudah-mudahan kondisi cuaca esok pagi bisa mendukung sehingga proses pencarian bisa maksimal dan pesawat yang kita cari-cari selama empat hari terakhir ini bisa segera ditemukan," katanya.

Adapun proses pencarian pesawat nahas tersebut pada Sabtu pagi tidak bisa dilakukan lantaran kondisi cuaca di titik sasaran kurang bersahabat karena kawasan itu diselimuti kabut tebal disertai hujan deras.

Proses pencarian pesawat Twin Otter PK-CDC baru bisa dilakukan mulai pukul 14.38 WIT dengan menerbangkan pesawat Twin Otter PK-CDJ milik PT Carpediem dan selanjutnya berturut-turut diterbangkan pesawat CN 235 TNI AU yang dilengkapi fasilitas foto udara serta helikopter milik PT Carpediem.

Letkol Sugeng mengatakan titik sasaran pencarian pesawat hilang kontak itu berada pada lima mile setelah pesawat itu melaporkan posisi terakhirnya, yaitu pada koordinat 37,5 notical mile pada radial 56 derajat pada menit 01.59 UTC.

Pada pencarian Sabtu siang, lokasi yang diduga menjadi area kecelakaan pesawat Twin Otter PK-CDC itu tertutup awan.

Pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpediem Air itu hilang kontak dalam penerbangan dari Timika menuju Ilaga pada Rabu (18/9) sekitar pukul 10.56 WIT.

Pesawat yang mengangkut beras dengan kapasitas 1.700 kilogram milik Perum Bulog itu dikemudikan Kapten Pilot Dasep Ishak dengan Copilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendar membawa serta seorang penumpang yaitu Bharada Hadi Utomo, anggota Brimob yang bertugas di Ilaga.

Baca juga: Pencarian pesawat twin otter dihentikan akibat cuaca berkabut
Baca juga: Pesawat Twin Otter mengangkut beras Bulog dilaporkan hilang
Baca juga: Bulog: beras dalam pesawat hilang kontak merupakan bantuan sosial

 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar