Ratusan sekolah Bekasi raih predikat standar nasional Kemendikbud

id predikat sekolah,standar nasional,Kemendikbud,Kabupaten Bekasi

SDN Simpangan 01 di Jalan Lemahabang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merupakan satu dari ratusan sekolah berpredikat standar nasional Kemendikbud RI. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Ratusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendapat predikat sekolah standar nasional berdasarkan indeks mutu terbaik tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tahun 2019 ini.

Kepala Bidang Data, Sarana, dan Pengendalian Mutu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Saefulloh di Cikarang, Rabu mengatakan sekolah yang menyandang predikat standar nasional pendidikan yakni 328 sekolah dari total 900-an SD dan 162 SMP dari total 300-an, baik negeri maupun swasta.

"Di Kabupaten Bekasi sudah 30 persen yang memenuhi standar nasional. Sedangkan se-Indonesia yang baru memenuhi standar nasional baru 18,8 persen," ungkapnya.

Asep menjelaskan penilaian standar nasional oleh Kemendikbud berdasarkan empat aspek yakni rapor mutu atau data mutu, hasil ujian nasional, hasil uji kompetensi guru, dan hasil akreditasi sekolah.

"Berarti sekolah dasar di Kabupaten Bekasi sudah di atas persentase nasional. Ini cukup memuaskan dari segi mutu kita Kabupaten Bekasi," katanya.

Sementara untuk jenjang SMP, sebanyak 162 sekolah negeri maupun swasta dari total 300 sekolah sudah berstandar nasional.

"Jadi kita sudah di atas 50 persen untuk indeks mutu berstandar nasional tingkat SMP," katanya lagi.

Baca juga: Standar nilai kelulusan ujian nasional tetap 5,5

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan memiliki target untuk peningkatan mutu nasional hingga tiga tahun ke depan sebesar 70 persen untuk kedua jenjang sekolah tersebut.

"Saya punya target hingga berakhirnya kepemimpinan Bupati Pak Eka ini akan berharap bisa di posisi 70 persen," ucapnya.

Namun untuk mencapai 100 persen, kata dia, itu sulit dicapai karena setiap tahunnya pasti ada sekolah yang baru.

Jadi sekolah baru itu harus dimaksimalkan untuk mencapai standar nasional, kata Asep.

Baca juga: Kemendikbud-USAID kembangkan sekolah berbasis standar nasional

 

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar