Jakarta kemarin, penutupan park and ride hingga pencari suaka

id Rangkuman berita, metropolitan, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong sepeda miliknya produksi Skyliner dari area parkir 'park and ride' Thamrin 10 bersiap menuju ke Kota Tua, Senin (2/9/2019). ANTARA/Laily Rahmawaty/am. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Berbagai ragam peristiwa di wilayah Jakarta terjadi pada Senin (2/9), mulai dari kekecewaan warga atas penutupan fasilitas Park and Ride Thamrin 10, hingga ratusan pencari suaka yang masih bertahan di Kalideres, Jakarta Barat.

Berikut rangkuman berita metropolitan yang disajikan oleh LKBN Antara.

Rencana penutupan lahan parkir Park and Ride Thamrin 10 oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai alih fungsi pengendalian lalu lintas disayangkan oleh sejumlah pengguna parkir.

Selama ini keberadaan Park and Ride Thamrin 10 dirasakan manfaatnya oleh pengguna, salah satunya Pras (25) karyawan salah satu bank swasta yang berada di dekat kawasan parkir.

Menurut Pras, dirinya sudah satu tahun menjadi anggota tetap parkir Park and RideThamrin. Selama sebulan dia cukup membayar Rp88 ribu untuk parkir setiap hari kerja.

Selengkapnya bisa dibaca di sini

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran dinas dan kecamatan bersepeda mengunjungi lahan parkir Park and Ride Thamrin Jakarta Pusat yang akan segera ditutup, Senin sore.

"Sedang ngecek (lahan)," ujar Anies setelah meninjau beberapa titik Park and Ride Thamrin masih mengenakan helm sepedanya.

Selengkapnya bisa dibaca di sini

Dari Jakarta Barat dilaporkan, masih ada 300 pencari suaka di gedung bekas Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

Bantuan logistik berupa makanan dan minuman sudah dicabut seluruhnya oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Masih-masih, karena pekerjaan pemindahan itu belum selesai semua dari UNHCR. Mereka (UNHCR) belum tuntas memindahkan 300 lebih orang di sana," kata Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Selengkapnya bisa dibaca di sini

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar