Pimpinan MPR mendukung keberadaan lembaga keuangan mikro

id Muhaimin Iskandar,MPR

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar menerima delegasi Koperasi Simpan Pinjam Syariah, BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri, Cabang Jember, Jawa Timur. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang GBHN Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR dan DPD RI, Jumat (20/8/209). (ANTARA/Dok. MPR)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR H Abdul Muhaimin Iskandar di hadapan puluhan pengurus Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Kabupaten Jember, Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap lembaga keuangan mikro, salah satunya seperti BMT.

Menurut Cak Imin, sapaan Muhaimin, saat ini BMT menjadi salah satu lembaga mikro yang terdepan dalam melayani kebutuhan keuangan masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu memberikan stimulus bagi BMT, agar mereka bisa memberikan pelayanan yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah, kata Cak Imin dalam rilis dari MPR, Jumat.

Dengan cara itu, Cak Imin percaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat akan berjalan lebih cepat.

"Pelaku usaha kecil yang masuk dalam kategori UMKM butuh lembaga penopang keuangan yang memadai, untuk membantu perkembangan usaha mereka. Karena itu sepatutnya pemerintah memberi perhatian lebih kepada BMT," kata Cak Imin.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR ini saat menerima delegasi Koperasi Simpan Pinjam Syariah, BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri, Cabang Jember, Jawa Timur.
Baca juga: Pakar Syariah apresiasi kesuksesan BMT Beringharjo atasi rentenir

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang GBHN Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR dan DPD RI, Jumat.

Pada kesempatan itu, delegasi Koperasi Simpan Pinjam Syariah, BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri, Cabang Jember dipimpin Ketuanya HM Sidiq.

Ikut hadir pada pertemuan tersebut Ketua Fraksi PKB di MPR Jazilul Fawaid, anggota Fraksi PKB MPR H Cucun Ahmad Syamsurijal, Huda serta Ir H Nur Yasin

Pada kesempatan itu, Cak Imin berharap jajaran BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri bisa terus mendampingi UKMM dalam menjalankan usahanya.

"Ini penting agar UMKM bisa terus berkembang dan tidak terjerumus ke sistem rentenir," katanya pula. Apalagi, lanjutnya, mereka juga belum terbiasa mendapat fasilitas keuangan perbankan.
Baca juga: Presiden Jokowi: Sektor keuangan syariah berperan dalam pembangunan

Sebelumnya, Ketua Delegasi BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri HM Sidiq menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wa Tamwil.

Apalagi, terbukti mereka sudah berkembang pesat. Baitul Maal wa Tamwil Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri misalnya, kini sudah berada di 11 provinsi, dan terus berkembang di daerah yang lain.

BMT Usaha Gabungan Terpadu Sidogiri berdiri sejak 1997 dan memperoleh badan hukum pada 2000. Kini, omzet lembaga keuangan mikro ini mencapai Rp 9 triliun dengan aset Rp2,6 triliun. Padahal saat berdirinya, asetnya sebesar Rp109 juta dengan omzet Rp119 juta.

Pewarta : Joko Susilo
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar