Debarkasi Batam mulai pulangkan jamaah haji Kalbar

id debarkasi batam, jamaah kalbar, pemulangan jamaah haji

Petugas menurunkan koper jamaah haji Debarkasi Batam di Asrama Haji. (Naim)

Batam (ANTARA) - Debarkasi Hang Nadim Batam Kepulauan Riau mulai memulangkan jamaah haji asal Kalimantan Barat ke daerah masing-masing, Rabu.

Kepala Bidang Humas dan Informasi PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi menyatakan, jamaah haji Kalbar dibagi dalam 7 kelompok terbang, yaitu 11 hingga 16, dan kloter 29. Hari ini dimulai pemulangan jamaah Kalbar, kloter 11.

"Sebanyak 446 jamaah haji Kloter 11 tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa malam, menginap semalam di Asrama Haji sebelum dipulangkan hari ini ke daerah masing-masing," kata dia.

Seluruh jamaah haji kloter 11 yang terdiri dari 57 orang Kabupaten Landak, 100 orang Melawi, 174 orang Mempawah dan 108 orang Sanggau dalam kondisi relatif sehat.

Baca juga: Pasangan romantis haji lansia asal Maluku tiba di Tanah Air

Tim Kesehatan Haji Indonesia Kloter 11, Mulia Ananda Rahmadani mengatakan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan tiba kembali ke Tanah Air dalam kondisi baik.

"Selamat semua, tidak ada yang meninggal dan sakit. Selama berada di Arab Saudi melaksanakan ibadah dengan semangat," kata dia.

Petugas menerapkan kesehatan syari dalam menjaga kebugaran jamaah, yaitu cepat melakukan tindakan kepada jamaah, amanah dalam melakukan tugas, responsif dan inovasi.

"Kami selalu hampir setiap hari melakukan visit ke kamar-kamar, untuk mengetahui status kesehatannya," kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersyukur seluruh jamaah Kloter 11 dapat pulang ke tanah air, dengan jumlah yang lengkap, sama dengan waktu pergi.

Ia mengingatkan seluruh jamaah untuk meneruskan ibadah yang selama ini dikerjakan di Tanah Suci.

"Sebelum azan berkumandang, buru-buru ke masjid. Di tanah air juga seperti itu," kata dia.

Ciri-ciri haji mabrur, kata dia, yaitu meningkatnya hubungan dengan Allah, dan juga dengan manusia.

Meningkatnya hubungan dengan Allah ditandai makin meningkatnya ibadah yang dilakukan.

"Hubungan dengan manusia, sosialnya semakin meningkat, yang tadinya enggak sedekah, jadi sedekah, peduli dengan masyarakat," kata dia.

Baca juga: PPIH imbau jamaah haji Indonesia tak coreti situs bersejarah
Baca juga: Tradisi ganti nama setelah berhaji dinilai tak ada salahnya
Baca juga: Jamaah haji Kalbar diharapkan Wagub jadi tauladan

 

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar