Seorang atlet hoki Malaysia meninggal ketika bersepeda

id atlet malaysia,meninggal

Petugas semayamkan jenazah atlet salah satu klub olahraga Hoki di Malaysia Gunappregash Guraiah, di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, NTB, Senin (26/8/2019). (ANTARA/Ist)

Mataram (ANTARA) - Seorang atlet dari salah satu klub olahraga Hoki di Malaysia Gunappregash Guraiah (44), meninggal ketika sedang asyik bersepeda di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam di Mataram, Senin, membenarkan insiden tersebut dan jenazah Gunappregash masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

"Dari dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan dan terkena serangan jantung," kata Saiful Alam.

Dari kronologis kejadian yang dihimpun anggota kepolisian, jelasnya, Gunappregash berada di Lombok untuk menikmati masa liburannya bersama kerabatnya dengan menginap di Hotel Dimex, Kabupaten Lombok Tengah, dekat Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, sejak Minggu (25/8).

Baca juga: Pelatih Malaysia: berlatih ke Indonesia tingkatkan kualitas atlet

Kemudian pada Senin (26/8) pagi, Gunappregash bersepeda dari Hotel Dimex, Kabupaten Lombok Tengah, yang rencananya akan menuju kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Dia pergi bersepeda bersama seorang kerabatnya dari Malaysia.

"Sampai di Narmada, korban sempat beristirahat dan niatnya mau singgah ke Taman Narmada," ujarnya.

Ketika hendak mencari pintu masuk Taman Narmada dengan cara mendorong sepeda, Gunappregash menurut keterangan saksi yang merupakan kerabatnya tersebut, dengan seketika terjatuh.

Namun Gunappregash dikatakan sempat bangun lagi dan melanjutkan perjalanan, tapi selang waktu belasan menit Gunappregash kembali terjatuh dengan posisi tergeletak.

Warga sekitar yang melihat kondisinya, kemudian mendekat dan membantunya dengan mencoba memberikan nafas bantuan.

Baca juga: Tolak atlet Israel, Malaysia dicoret sebagai tuan rumah kejuaraan dunia para renang 2019

Namun karena kondisinya tidak juga membaik, kerabatnya bersama warga sekitar yang menolong Gunappregash langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Awet Muda Narmada.

"Sesampainya di rumah sakit, korban langsung di observasi. Tapi dikabarkan nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan," kata Saiful.

Karenanya, anggota Polsek Narmada yang menerima laporan tersebut berinisiatif membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan visum.

Sementara, kakak kandung Gunappregash, Viknapergash Guraiah yang ditemui wartawan di RS Bhayangkara Mataram, mengatakan bahwa adiknya selama ini tidak memiliki riwayat penyakit apa pun.

"Ketika kami datang ke sini, keadaan dia sehat saja," kata Viknapergash.

Lebih lanjut, Viknapergash sebagai perwakilan dari pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dan menginginkan jenazahnya langsung dibawa pulang ke Malaysia.

Baca juga: Owi/Winny hempaskan ganda campuran Malaysia di Inggris

"Jadi rencananya Selasa besok (27/8) jenazah akan kami membawa pulang," ujarnya.

Dari musibah ini, Viknapergash sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah berupaya membantu adiknya hingga dibawa ke rumah sakit.

"Terimakasih untuk masyarakat sudah berusaha menolong keluarga saya," ucapnya.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar