Etape terakhir Tour d'Indonesia 2019, penentuan juara masih seru

id tour d'indonesia 2019,tour de indonesia 2019, tour de indonesia, etape lima, gilimanuk-geopark batur

Sejumah pebalap sepeda memacu sepedanya pada etape keempat Tour de Indonesia 2019 di dataran tinggi Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd

Gilimanuk, Bali (ANTARA) - Etape kelima atau terakhir lomba balap sepeda Bank BRI Tour d'Indonesia dari Gilimanuk menuju Geopark Batur, Bali, Jumat pagi, masih menyisakan pertarungan seru untuk meraih gelar terbaik .

Pada kategori individu, Thomas Lebas dari Kinan Cycling Team paling berpeluang menjadi yang terbaik.

Pebalap asal Prancis ini, di etape keempat, Kamis, berhasil menyodok ke puncak klasemen berkat finis di posisi kedua.

Lebas menggeser Angus Lyons dari puncak klasemen yang didudukinya sejak etape pertama.

Baca juga: Klasemen hingga etape keempat

Kalau tidak ada kejadian yang mengejutkan, Lebas hanya perlu mewaspadai pebalap Oliver's Real Food, Angus Lyons, serta pebalap-pebalap tim Sapura Cycling Malaysia yang secara beregu sangat kompak.

Libas saat ini unggul 1,37 menit dari Lyons sehingga ia diperkirakan akan mewaspadai pergerakan saingan terdekatnya itu. Lebas akan menjaga tetap berada dalam satu peleton dengan Angus.

Di tengah persaingan kedua pebalap itu, duo Sapura, Cristian Raileanu dan Jesse Ewart, akan berupaya mencuri kesempatan.

Dengan dukungan tim Sapura yang sangat solid, Raileanu dan Jesse bisa saja menyodok ke atas.

Raileanu saat ini tertinggal 3,27 menit dari Lebas, sedangkan Jesse tertinggal 4,36 menit.

Selain di nomor umum, Lebas juga berpeluang mengunci gelar sebagai raja tanjakan, apalagi medan etape lima masih menyisakan tanjakan terjal menuju kawasan dataran tinggi Geopark Batur.

Di perebutan jersey biru sebagai simbol raja tanjakan, Lebas sudah nengumpulkan 55 poin, unggul jauh dari peringkat kedua Amir Kolahdozagh (Taiyuan Miogee Cycling Team) yang memiliki poin 37.

Bahkan, Lebas pun berpeluang merebut jersey merah karena diperebutan poin stage sprint, Libas yang mengumpulkan 22 poin berada di posisi kedua di bawah Duplooy Rohan dari ProTouch yang mengumpulkan poin 39.

Sementara itu di kategori beregu, tim Sapura tampaknya sulit di kejar.

Kekompakan tim yang selalu terjaga dan kemampuan pebalap yang merata, membuat tim asal negeri jiran ini konsisten menempatkan pebalapnya di tiga besar setiap etape.

Untuk kategori pebalap Indonesia, Aiman paling berpeluang naik podium menjadi yang terbaik dari rekan-rekan senegaranya.

Aiman yang berlomba untuk tim PGN mencatatkan akumulasi waktu 16:34:37, sedangkan peringkat kedua dan ketiga ditempati dua pebalap tim KFC, Selamat Juangga dan Muhamad Abdurrohman.

Juangga berselisih waktu 7,28 menit dan Abdurrahman 10,41 menit dari Aiman.

Etape kelima atau etape terakhir Bank BRI Tour d'Indonesia sepanjang 151,9 km masih menyisakan tantangan medan berat terutama di kilometer 100 hingga menjelang finis di Geopark Batur.

Baca juga: Metkel Eyob tercepat di medan berat etape empat

Baca juga: Jumlah peserta balap sepeda Tour d'Indonesia etape keempat berkurang


 

Ajang balap sepeda dan promosi wisata Indonesia



 

Pewarta : Dadan Ramdani
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar