Cuaca buruk, jarak pandang Bandara Supadio sempat ganggu penerbangan

id bandara supadio,cuaca buruk ,penerbangan delay

Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya (Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak pada pukul 15.00 WIB sempat di bawah batas aman untuk penerbangan sehingga mengganggu penerbangan di bandara yang berada di Kubu Raya tersebut.

"Jarak Pandang pada pukul 15.00 WIB hanya mencapai 600 meter dan saat itu cuaca hujan. Itu mengganggu penerbangan," ujar Management Kantor Cabang Bandara Supadio, Sulkarnaini di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa cuaca buruk tersebut mengakibatkan Pesawat Lion Air JT 714 CGK - PNK  sempat bertahan di udara sekitar 30 menit.

"Selama 30 menit pesawat holding di radial 295.12 miles dari VOR-PNK pada ketinggian 1.000 feet sebelum akhirnya Pilot in Charge memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau Return To Base (RTB) guna keselamatan penerbangan," papar dia.

Menurutnya, seperti diketahui bahwa pesawat Lion Air tersebut, sejati nya akan mendarat pada pukul 15.20 WIB dan akan terbang kembali menuju Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 16.00 WIB.

"Namun karena cuaca buruk tersebut Pesawat JT 714 baru akan mendarat di Bandara Supadio pada Pukul 19.57 WIB," kata dia.

Sementara itu, Penumpang JT 714/JT715 PNK-CGK akan menggunakan Pesawat Lion Air JT 937 Ex BPN-PNK yang saat itu sedang dalam proses boarding.

"Namun demikian, dampak dari cuaca buruk tidak mengganggu operasional bandara dan kami selaku Operator Bandara sendiri sesuai dengan tugas kami yakni ketika terjadi irregularity semacam itu maka kami mengkoordinasikan kepada maskapai," jelas dia.

Sementara itu maskapai penerbangan harus memenuhi kewajibannya kepada penumpang sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 tentang Delay Management Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

"Saat ini operasional bandara secara umum normal, aman terkendali dan tidak ada pelayanan yang terganggu," kata dia.

Pewarta : Dedi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar