Basarnas Sultra lanjutkan pencarian korban hilang kapal terbakar

id kapal-sar

Sejumlah warga membantu memindahkan barang tidak terbakar saat terjadi peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori di Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/8/2019). ANTARA/Dokumen BASARNAS/JOJON/pri

Kendari (ANTARA) - Tim gabungan Badan Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kendari melanjutkan pencarian korban hilang musibah kapal terbakar yang menimpa KM Izhar dalam pelayaran dari pelabuhan Kendari tujuan Salabangka, Sulawesi Tengah di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kepala Basarnas Kendari Djunaidi di Kendari, Minggu, mengatakan lokasi pencarian empat orang yang dinyatakan hilang saat musibah terjadi Jumat (16/8) sekitar pukul 23:30 Wita diperluas hingga enam mil laut.

"Hari ini wilayah pencarian diperluas dari empat  mil laut menjadi enam mil dengan harapan menemukan korban yang hilang. Korban diperkirakan terseret arus sehingga menjauh dari lokasi musibah," kata Djunaidi.

Tim Basarnas mengharapkan nelayan maupun kapal lainnya yang melintas di wilayah perairan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah yang berbatasan dengan Laut Samudera turut membantu memantau keberadaan korban.
Baca juga: 30 korban kapal terbakar belum ditemukan

Peristiwa terbakarnya KM Izhar yang menyebabkan tujuh orang penumpang ditemukan meninggal dunia masih dalam pengusutan penegak hukum untuk mengungkap penyebab musibah maupun pihak yang harus bertanggungjawab.

Kepolisian telah mengidentifikasi tujuh orang korban meninggal dunia dari musibah kapal yang dinahkodai Sarluddin Abdul Razak (42) setelah Bidang Kedokteran Kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra melakukan visum.

Dari tujuh orang korban meninggal dunia, enam orang telah diserahkan kepada keluarga yang menjemput di rumah sakit. Sedangkan satu orang yang masih berada di ruang pemulasan jenazah RS Bhayangkara Polda Sultra masih menunggu pihak keluarga dari Sulawesi Tengah.
Baca juga: Basarnas : Pencarian korban kapal terbakar terkendala gelombang tinggi

Data Subbidkespol Biddokkes Polda Sultra menyebutkan tujuh korban meninggal, yakni Syamsiah Lewa (70) alamat sesuai kartu kependudukan Desa Bungkela Kecamatan Kalerowa Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Nurianti (45), alamat Desa Lalogombu Kecamatan Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan dan Haikal (4) domisili Desa Lalogombu Kecamatan Punggaluku, Kabupaten Konawe Selatan.

Korban berikutnya adalah Salmia Lasimi (45) beralamat Jl. Imam Bonjol Kelurahan Alolama, Kota Kendari, Omang (38) warga Kampung Waru-waru Desa Puwaru Kecamatan Kalerowa, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Samuia (38) beralamat di Desa Werea Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Proivinsi Sulawesi Tengah dan soerang bayi Naura (2) yang berdomisili Kelurahan Mata, Kota Kendari.

Informasi yang dihimpun menyebutkan KM Izhar yang mengangkut 72 orang penumpang dan delapan orang awak kapal  mengalami musibah terbakar dalam pelayaran dari pelabuhan Kendari tujuan Salabangka, Sulawesi Tengah di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tanggara pada Jumat 16 Agustus 2019 sekitar pukul 23:30 Wita.
Baca juga: Polisi identifikasi tujuh korban meninggal kapal terbakar
Baca juga: Kapal mewah terbakar di Langkawi satu WNI meninggal

 

Pewarta : Sarjono
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar