Pakar: Kritik pemerintah harus disertai solusi

id Emrus sihombing, komunikasi politik uph, emrus corner,pidato kenegaraan,sidang tahunan mpr,nota keuangan rapbn,antaranews.com

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Jakarta Dr Emrus Sihombing. (antaranews.com/Sri Muryono) (antaranews.com/Sri Muryono/)

Jakarta (ANTARA) - Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Dr Emrus Sihombing mengingatkan kritik terhadap kebijakan pemerintah semestinya harus disertai solusi.

"Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo kan menyampaikan pesan moral agar tidak alergi terhadap kritik. Ini bagus," katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Jumat.

Pesan itu disampaikan Presiden dalam pidatonya di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Gedung MPR, DPR, DPD RI Jakarta.

Baca juga: Jokowi: tidak boleh alergi kritik

Baca juga: Tompi siap kritik Jokowi jika buat kebijakan keliru

Baca juga: Kritik kebijakan Jokowi, JK: Saya bicara yang menurut saya benar


Emrus melihat pesan agar tidak antikritik itu tidak ditujukan untuk lembaga-lembaga tertentu, namun lebih sebagai pesan moral kepada lembaga apapun agar tidak antikritik.

"Sebagai pesan moral. Bukan berarti ada di situ, menunjuk ada insitusi yang antikritik, tidak. Tetapi, dia ingin mengingatkan bahwa semua lembaga pemerintah, lembaga negara harus terbuka dari kritik masukan dari berbagai pihak," katanya.

Namun, Emrus mengakui terkadang ada sejumlah pihak yang melontarkan kritik hanya dari satu sisi atau sudut pandang, dan terkesan memojokkan lembaga yang dikritik.

"Kadang-kadang, kritik dikemukakan orang hanya dari satu sisi. Sisi tertentu yang memojokkan instansi lembaga yang dikritik. Ini tidak baik," kata Direktur Eksekutif Emrus Corner itu.

Bahkan, kata dia, kritik juga disampaikan tanpa disertai jalan keluar yang justru memberikan persepsi yang kurang produktif terhadap lembaga yang menjadi sasaran kritik.

"Siapapun yang mengkritik tidak boleh melihat satu sisi persepsi sehingga publik seolah-olah (menilai) negatif. Berikan juga solusi, jalan keluar," kata Emrus.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengimbau seluruh aparatur negara untuk tidak cepat berpuas diri dan alergi terhadap kritik.

"Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kita perlu saling mengingatkan dan saling membantu, dan kita tidak boleh alergi terhadap kritik," ujar Jokowi ketika menyampaikan pidato di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI di Gedung MPR DPR DPD RI Jakarta, Jumat.

Jokowi menyampaikan bahwa segala pencapaian dari lembaga-lembaga negara seharusnya menjadi modal untuk bangsa ini dalam menghadapi tantangan di masa depan, sehingga tidak sepatutnya merasa berpuas diri.

"Bagaimanapun kerasnya kritik itu, harus diterima sebagai wujud kepedulian, agar kita bekerja lebih keras lagi memenuhi harapan rakyat," ujar Jokowi.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar