5.829 narapidada Kaltim- Kaltara dapat remisi

id Remisi HUT RI,isran noor,remisi kemerdekaan, antaranews.com

Gubernur Kaltim Isran Noor mewakili Menteri Hukum dan HAM RI membacakan sambutan pada penyerahkan remisi umum bagi narapidana dan anak dalam rangka HUT ke 74 RI, di Lapas Kelas II A Samarinda, Jumat (16/8)

Samarinda (ANTARA) - Sebanyak 5.829 warga pemasyarakat narapidana dan anak Lembaga Pemasyarakatan se Kaltim dan Kaltara menerima remisi umum dalam rangka HUT ke 74 Kemerdekaan RI.

Rinciannya sebanyak 5.753 menerima remisi umum I atau pengurangan masa tahanan 1 -6 bulan dan sebanyak 76 orang menerima remisi umum II atau bebas pada 17 Agustus 2019.

Khusus wilayah Kaltim, penyerahan remisi dilakukan Gubernur Kaltim, Isran Noor atas nama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, di Lapas Kelas II A Samarinda, Jumat (16/8).

Baca juga: Rutan Bangkalan usulkan 150 narapidana terima remisi kemerdekaan

Baca juga: 279 warga binaan Rutan Baturaja dapat remisi 17 Agustus 2019

Baca juga: 450 narapidana Sulbar diusulkan dapat Remisi Kemerdekaan


Dalam sambutan tertulisnya, Menteri Hukum dan HAM yang dibacakan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor,,mengingatkan bahwa pemberian remisi seharusnya tidak dimaknai sebatas pemberian hak warga pemasyarakatan.

"Tapi merupakan apresiasi bagi yang berhasil menunjukan prilaku baik, meningkatkan kuailtas dan kompetensi diri untuk hidup mandiri dalam mengembangkan ekonomi nasional saat kembali ke masyarakat," kata Isran Noor.

Bagi penerima remisi umum, khususnya remisi bebas dia berharap bisa taat dan patuh pada hukum dan norma saat kembali ke masyarakat.

"Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan menjalani hidup di masyarakat. Jadilah insan taat hukum dan berbudi luhur, bermakna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” seru Isran mewakili Menteri Hukum dan HAM RI membacakan sambutan pada penyerahkan remisi umum bagi narapidana dan anak dalam rangka HUT ke 74 RI, di Lapas Kelas II A Samarinda, Jumat (16/8).

Di sisi lain, dia menyebut kondisi lapas dan rutan mendapat perhatian pemerintah. Kelebihan penghuni di atas 100 persen menjadi penyebab terjadinya masalah. Diantaranya banyak peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan ponsel, pungutan liar, dan lainnya masih banyak lagi.

Namun demikian kelebihan warga binaan menjadi potensi mendukung gerakan ekonomi kratif melalui program binaan pemasyarakatan.

"Pembinaan kemandirian dan kepribadian menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan mencetak generasi yang bisa berpartisipasi dalam pembangunan nasional,” katanya.

Karenanya jajaran pemasyarakatan diajak meningkatkan kinerja dan merubah pola fikir bekerja harus mengikuti perkembangan pemasyarakatan.

Sementara Kakanwil Kemenhumham Kaltim, Yudi Kurniadi mengatakan remisi diberikan kepada mereka yang taat kepada ketentuan.

"Ini salah satu apresiasi kita bagi warga binaan yang dapat merubah prilaku selama menjadi warga binaan,” katanya.


Pewarta : Arumanto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar