BMKG: Sepuluh titik api terdeteksi di Kaltara

id titik api

Ilustrasi. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (tengah) tengah menyemprotkan titik api yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, Selasa (13/8/2019). (Puspen TNI)

Nunukan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 10 titik api di Provinsi Kalimantan Utara  yaitu pada dua kabupaten, Bulungan dan Malinau.

Seperti yang dirilis BMKG Nunukan melalui Taufik Rahman pada Kamis bahwa kesepuluh titik api tersebut terjadi di tiga lokasi di Kabupaten Bulungan dan dua titik di Kabupaten Malinau.

Sebelumnya pada pukul 14.00 wita, BMKG hanya mendeteksi lima titik yakni tiga di Kabupaten Bulungan masing-masing Tanjung Palas, Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. Sedangkan dua titik di Kabupaten Malinau terdeteksi di Kayan Hilir dan Malinau Selatan.

Namun pada pukul 18.00 wita pada hari yang sama Kamis (15/8) titik api bertambah menjadi 10 lokasi masing-masing enam di Kabupaten Bulungan dengan tambahan lokasi adalah Peso, Peso Ilir dan Tanjung Palas Barat.

Begitu juga di Kabupaten Malinau bertambah menjadi empat lokasi dari dua lokasi sebelumnya. Kedua lokasi titik api lainnya adalah Malinau Selatan Hulu dan Sungai Tubu.

Taufik menjelaskan, deteksi BMKG ini didasarkan pada pantauan satelit dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran hutan dan lahan sangat tinggi yakni 81-100 persen.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar instansi terkait segera melakukan pengawasan dan antisipasi secara dini agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas.

Khusus di Kabupaten Nunukan sendiri tidak ada titik api yang terdeteksi. "Hanya dua kabupaten di Kaltara yang ditemukan titik api," ujar Taufik.

Pewarta : Rusman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar