Shalat idul adha di Banjarmasin berjalan lancar

id DPRD Kalsel,Shalat idul adha banjarmasin

Sejumlah umat islam melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Noor di kawasan pasar Sudimampir Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (11/8/2019). Sebagian besar jamaah shalat id membludak sampai halaman dan jalanan sekitar masjid. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Banjarmasin (ANTARA) - Pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 Hijriah di Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan daerah sekitarnya, berjalan aman dan lancar.

Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Minggu, umat Muslim di ibu kota provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut sejak pagi-pagi sekali ramai ke tempat ibadah untuk melaksanakan shalat Idul Adha 1440 H.

Bahkan ada di antara kaum Muslim yang sehabis shalat subuh atau sekitar pukul 06.00 WITA sudah ke masjid agar kebagian tempat untuk melaksanakan shalat 'id.

Sebab kalau berangkat ke masjid pukul 06.00 WITA bisa jadi hanya mendapat tempat di luar atau pekarangan, tidak bisa berada dalam masjid.

Sebagai contoh pada Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, jemaah yang datang sekitar pukul 07.00 WITA harus terpaksa mendapat shaf shalat di halamannya.

Pasalnya ruang induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut sudah penuh sejak pukul 06.30 WITA.

Begitu pula bagi kaum Muslim yang mau melaksanakan shalat 'id di Masjid Jami' Banjarmasin harus pergi jauh lebih awal, jika terlambat tidak kebagian tempat dalam ruangan masjid tua atau bersejarah di ibu kota Kalsel itu.

Di kota berjuluk seribu sungai itu hampir semua masjid, jemaah shalat id membludak keluar atau sampai pekarangan, kecuali masjid dalam pengelolaan Muhammadiyah.

Karena jemaah dari Muhammadiyah melaksanakan shalat 'id pada umumnya di tanah lapang atau pekarangan masjid yang arealnya cukup luas.

Baca juga: Masjid Alfalah tempat korban gempa-likuefaksi Sigi shalat Idul Adha
Baca juga: Bupati Kubu Raya shalat Idul Adha bersama warga di tengah kabut asap
Baca juga: Shalat Idul Adha di Renon-Bali diikuti ribuan jamaah

Pewarta : Sukarli/Syamsuddin Hasan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar