Bergiat di PKH mampu didik anaknya raih medali di olimpiade

id Program Keluarga Harapan,Olimpiade Sains Internasional,Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional

Peraih medali perak di Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional, Hilmi Nuruzzaman (kedua kiri) bersama ayahnya Herman Susilo (pertama kiri), dan adiknya, Ahmad Yasin (kedua kanan) dan Amil Hafizhun (pertama kanan). (Dokumentasi Herman Susilo)

Jakarta (ANTARA) - Hilmi Nuruzzaman, peraih medali perak di Olimpiade Sains Internasional 2019 bidang astronomi dan astrofisika yang diadakan di Keszthely, Hungaria itu ternyata mempunyai orang tua yang bergiat di Program Keluarga Harapan, sebuah program yang dinilai berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

"Alhamdulillah saya bersyukur sekali bergabung dengan PKH tentang cara mendidik anak," ujar orang tua Hilmi, sekaligus petugas validasi PKH Kementerian Sosial, Herman Susilo ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Herman mengaku baru mengetahui kabar kemenangan Hilmi kemarin malam. Sebagai orang tua, Herman tentu sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak sulungnya itu.

"Tim pembimbingnya mengabari tadi malam, saya senang sekali alhamdulillah bersyukur kepada Allah. Ini juga berkat pembimbing dari pihak sekolah yang cukup membantu," ujar Herman

Menurut Herman, dirinya tidak memiliki trik khusus dalam mendidik Hilmi. Namun ia terinspirasi dari modul-modul yang dibagikan saat pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) PKH.

Dari modul-modul itu, Herman mengaku belajar mendidik Hilmi dan adik-adiknya dengan menyemangati saat belajar, memberi hadiah terhadap prestasi mereka, serta mencoba menggali potensi mereka.

Hilmi, sulung dari tiga bersaudara memiliki kegemaran membuat prakarya dari origami. Menurut Herman, dari sana Hilmi memperoleh kreatifitasnya. "Ia juga detail dan tidak mudah menyerah," ujar Hilmi.

Tahun 2018, Hilmi juga mendapatkan medali emas di bidang astronomi olimpiade sains nasional (OSN) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Padang, Sumatera Barat.

"Hilmi termasuk 1.433 siswa yang lolos di tingkat provinsi terus dilombakan di tingkat nasional dan menang kategori Best Practice," ujar Herman.

Kemudian Hilmi dan pemenang-pemenang OSN juara 1, 2, dan 3 sampai juara harapan itu diuji lagi sampai tiga tahap hingga sisanya lima orang saja. Lima orang tersebut yang kemudian dikirim ke Hongaria untuk mengikuti Olimpiade Sains Internasional dari tanggal 2 agustus sampai 10 agustus 2019 itu.

"Besok katanya Hilmi sampai di Indonesia sekitar jam 16.00 WIB. Saya berharap semoga ini bisa menjadi pemicu untuk meraih prestasi lainnya," kata Herman.

Herman berharap anaknya tetap santun dan menerangi sekitarnya seperti namanya Hilmi yang artinya santun, serta Nuruzzaman yang artinya cahaya penerang zaman.

Baca juga: Pelajar Indonesia raih medali di olimpiade sains internasional
Baca juga: Indonesia raih medali olimpiade sains internasional di Botswana
Baca juga: Muhammad Fikri dapat medali emas Olimpiade Internasional

 

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar