Inggris seru penyelidikan independen protes Hong Kong

id Carrie Lam,Hong Kong,Dominic Raab

Seorang pengunjuk rasa membawa bekas bendera kolonial saat berdemonstrasi di Hong Kong, China, Minggu (1/7/2018), hari peringatan 21 tahun penyerahan kota ke kedaulatan China dari kekuasaan Inggris. (REUTERS/Bobby Yip)

London (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, pada Jumat meminta penyelidikan independen terhadap aksi protes baru-baru ini di bekas koloninya Hong Kong.

Dalam percakapan telepon dengan pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam, Raab mengecam kekerasan tersebut namun menekankan soal hak untuk melakukan aksi protes damai.

"Menteri Luar Negeri menekankan perlunya membuka dialog politik dan penyelidikan independen menyeluruh peristiwa baru-baru ini sebagai cara untuk membangun kepercayaan," kata Kantor Raab di London dalam satu pernyataan.

Baca juga: Carrie Lam: Hantaman aksi protes terhadap bisnis ibarat "tsunami"

"(Ia) mengecam aksi kekerasan oleh semua pihak namun menggarisbawahi hak untuk menggelar protes secara damai, mengingat bahwa ratusan ribu warga Hong Kong memilih jalan ini untuk mengekspresikan pandangan mereka," tambahnya.

"Ia menegaskan bahwa kekerasan seharusnya tidak memperkeruh tindakan sah mayoritas."

Baca juga: Inggris minta China hormati kebebasan di Hong Kong

Baca juga: Menlu Inggris: Kebebasan membuat Hong Kong spesial


Sumber: Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar