ITW: Ganjil-genap seperti teori pencet balon

id ITW, rekayasa ganjil-genap, Jakarta, pencet balon

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan (kanan), saat menjadi pembicara dalam acara seminar di Jakarta. (ANTARA/HO/ITW).

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai kebijakan rekayasa lalu lintas plat nomor kendaraan ganjil-genap di Jakarta hanya akan memindahkan masalah kemacetan ke lokasi lain. "Seperti teori pencet balon, hanya memindahkan kepadatan, kemacetan, bahkan persoalan dari satu lokasi ke area yang lain," Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, yang dihubungi Antara melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis. Alasannya, perluasan wilayah kebijakan ganjil genap hanya membatasi ruang gerak kendaraan yang sebenarnya bisa diantisipasi oleh pengendara dengan beralih ke jalur alternatif. Baca juga: DPRD sebut ERP solusi permanen dibanding ganjil genap

Baca juga: DPRD DKI Jakarta pertanyakan kajian penerapan ganjil genap

Baca juga: DPRD DKI; Gubernur ceroboh terapkan ganjil genap tanpa kajian akademis


Dari hasil kajian ITW terhadap implementasi ganjil-genap eksisting di sejumlah kawasan di Jakarta, kata dia, terbukti tidak efektif. "Kajian juga kita lakukan pada lokasi 3 in 1. Hasilnya sama saja," katanya. Kebijakan itu hanya dapat dilakukan dalam kondisi dan situasi serta wilayah tertentu saja. Bukan menjadi solusi permanen. ITW juga mengkritisi persiapan kelengkapan seperti rambu dan petunjuk yang belum tersedia sepenuhnya di lapangan, tetapi tahapan genap ganjil sudah dimulai. "Tentu dalam kondisi lalu lintas yang belum memberikan garansi keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar), akan memicu kekacauan dan kemacetan lalu lintas yang lebih luas," katanya.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar