PBB: keputusan AS hentikan keringanan Iran "hambat" perjanjian nuklir

id Keringanan Iran,Joao Vale de Almeida,Rosemary DiCarlo

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menandatangani serangkaian dokumen, termasuk sertifikasi ke pemerintah Amerika Serikat bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menjamin penyesuaian Iran dalam laporan dan keringanan untuk pencabutan sanksi terkait nuklir dari Kongres AS seperti yang dituangkan dalam Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) di Wina, Sabtu (16/1). (REUTERS/Kevin Lamarque)

PBB (ANTARA) - Ketua urusan politik PBB Rosemary DiCarlo, Rabu, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk tidak melanjutkan keringanan importir minyak Iran "dapat menghambat" implementasi kesepakatan nuklir Iran.

Ia juga mengatakan pengumuman Iran mengenai pihaknya yang akan mengambil langkah baru untuk mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia "mungkin tidak akan membantu mempertahankan itu."

Duta Besar Uni Eropa untuk PBB, Joao Vale de Almeida, mengatakan kepada dewan beranggotakan 15 negara tersebut bahwa "tidak ada alternatif damai dan kredibel " untuk kesepakatan nuklir 2015 dengan Inggris, Prancis, Jerman, China, Rusia dan Amerika Serikat.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden: Iran tidak ingin berperang dengan AS
Baca juga: Menlu: Iran takkan pernah kembangkan senjata nuklir

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar