Pejabat senior PBB bertemu perunding Taliban di Qatar

id bendera afghanistan

Pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan bertemu dengan kepala perunding Taliban di Qatar pada Kamis,

Kabul (ANTARA) - Pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan bertemu dengan kepala perunding Taliban di Qatar pada Kamis, kata juru bicara gerakan itu, sementara langkah-langkah untuk menyelenggarakan perundingan perdamaian dengan melibatkan semua pihak terus diusahakan guna mengakhiri perang di Afghanistan yang sudah berlangsung selama lebih 17 tahun.

Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) Tadamichi Yamamoto bertemu Mullah Baradar Akhund dan para anggota tim perunding Taliban di Ibu Kota Doha, Qatar, kata jubir Taliban Zabihullah Mujahid.

Mereka menitikberatkan pembahasan pada "proses perdamaian yang sedang berlangsung dan bantuan kemanusiaan di kawasan-kawasan di keamiran Islam," katanya dalam satu pernyataan.

UNAMA telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan semua pihak yang bertikai sebagian bagian dari usaha membantu mengakhiri perang dan juga pertemuan dengan Taliban di Doha.

"Pihaknya sudah mengadakan pertemuan-pertemuan dan membuat pernyataan tetapi guna menjaga hubungan baik dengan UNAMA tidak memberikan komentar lebih jauh," kata seorang juru bicara dalam pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik/.

Pertemuan Doha itu berlangsung ketika para pejabat dari Rusia dan China dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus Amerika Serikat bagi perdamaian di Afghanistan, Zalmay Khalilzad, di Moskow untuk mencari cara-cara membujuk Taliban membuka pembicaraan dengan pemerintah di Kabul.

Taliban sudah mengadakan pertemuan-pertemuan dengan para diplomat AS dan wakil-wakil mereka juga bertemu pejabat-pejabat dari negara-negara tetangga dan lainnya yang memiliki kepentingan di Afghanistan.

Tetapi sejauh ini gerakan itu menolak berbicara dengan pemerintah Afghanistan yang diakui internasional, yang dilukiskannya sebagai rezim "boneka" yang diangkat asing.

Sumber: Reutres
 

Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar