Pembicaraan perdamaian Afghanistan dibatalkan karena masalah delegasi

id Taliban

Pembicaraan perdamaian antara politisi Afghanistan, anggota masyarakat sipil dan Taliban mengenai proses perdamaian yang dijadwalkan pada 20-21 April dibatalkan, karena Qatar tidak setuju dengan daftar 250-anggota dari pihak pemerintah, kata Istana Presiden Afghanistan (REUTERS/MAXIM SHEMETOV)

Kabul, Afghanistan (ANTARA) - Pembicaraan perdamaian antara politisi Afghanistan, anggota masyarakat sipil dan Taliban mengenai proses perdamaian yang dijadwalkan pada 20-21 April dibatalkan, karena Qatar tidak setuju dengan daftar 250-anggota dari pihak pemerintah, kata Istana Presiden Afghanistan.

Istana Presiden di Kabul mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa pertemuan Doha dibatalkan sebab Pemerintah Qatar tidak menerima daftar delegasi Afghanistan dan malah menyarankan daftar baru "yang tidak bisa diterima oleh Pemerintah Afghanistan".

"Setelah diselesaikannya persiapan delegasi untuk pergi (ke Qatar), Pemerintah Doha mengirim daftar baru, yang tidak seimbang dalam hal keterlibatan orang Afghanistan. Dengan kata lain itu tidak menghormati keinginan nasional rakyat Afghanistan dan ini tak bisa diterima oleh rakyat Afghanistan," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Afghanistan, Bakhtar --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.

"Sekelompok politikus dalam satu pertemuan dengan Presiden Mohammad Ashraf Ghani sepakat bahwa tindakan Pemerintah Qatar tak bisa diterima dan mereka memutuskan untuk meminta Pemerintah Qatar mengizinkan kehadiran delegasi Afghanistan yang dipilih oleh orang Afghanistan," katanya.

"Karena Pemerintah Qatar tidak bisa meluluskan saran sah kami, konferensi Doha dibatalkan," katanya. Pemerintah dan rakyat Afghanistan berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian yang bermartabat dan akan melanjutkan upaya tulus mereka sehubungan dengan itu.

Sementara itu, Wakil Khusus AS buat Afghanistan Zalmay Khalilzad mengatakan di dalam satu cuitan bahwa ia "Kecewa" sebab gagasan antar-Afghanistan di Qatar "telah ditunda".

"Kami mengadakan kontak dengan semua pihak dan mendorong setiap orang agar tetap berkomitmen pada dialog dan proses perdamaian Afghanistan," katanya.

"Dialog adalah dan akan selalu menjadi kunci bagi peta jalan politik serta perdamaian yang langgeng. Tak ada pilihan lain. Saya mendesak semua pihak untuk meraih momen ini dan mengembalikan semuanya ke jalurnya dengan menyetujui daftar peserta yang berbicara buat semua orang Afghanistan. Saya siap membantu jika bantuan saya diperlukan," katanya di dalam cuitannya.

Sumber: Bakhta - NNN
 

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar