Keluarga dari Indonesia akan dampingi Zulfirman Syah hingga pulih

id teror Selandia Baru, teror Christchurch, Christchurch, Selandia Baru, penembakan di Christchurch,penembakan new zealand,christchurch selandia baru,pen

Berbagai elemen masyarakat membuat tirai manusia ketika umat muslim melaksanakan sholat jumat pertama pascapenembangan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3) di Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019). ANTARA FOTO/Ramadian Bachtiar/wpa/pras. (ANTARA FOTO/RAMADIAN BACHTIAR)

Jakarta (ANTARA) - Keluarga Zulfirman Syah, WNI yang terluka akibat aksi penembakan massal di Selandia Baru, berkunjung ke negara tersebut untuk mendampinginya hingga pulih.

Empat orang keluarga Zulfirman dengan dikawal tiga orang dari organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diperkirakan tiba di Kota Christchurch, Selandia Baru, Sabtu ini.

"Pihak keluarga akan berada di Christchurch untuk beberapa lama guna mendampingi Pak Zul sampai pulih. Sedangkan dari pihak ACT, di samping membesuk Pak Zul, mereka juga akan melakukan kunjungan ke beberapa pihak dari pemerintah," kata Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Tantowi menjelaskan bahwa keberangkatan keluarga Zulfirman ke Selandia Baru difasilitasi oleh ACT yang bergerak atas nama kemanusiaan.

Baca juga: ACT berangkatkan keluarga korban ke Selandia Baru

Sementara pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta membantu mempercepat proses penyiapan dokumen perjalanan dan visa.

"Kami selaku perwakilan pemerintah senantiasa siap memberikan bantuan dalam batas-batas kemampuan kami," tutur Tantowi.

Hingga kini, Zulfirman dan putranya yang ikut menjadi korban dalam serangan teror di dua masjid di Kota Christchurch, 15 Maret lalu, masih dirawat di Christchurch Public Hospital.

Zulfirman yang bekerja sebagai seniman dan putranya yang baru berusia dua tahun ditembak saat sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Linwood, salah satu target serangan selain Masjid Al Noor.

Baca juga: Keluarga: Zulfirmansyah minta anaknya diam saat terjadi penembakan

Selain Zulfirman, seorang WNI bernama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid (58) diketahui meninggal dunia akibat insiden berdarah tersebut.

Jumat (22/3) lalu menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan teror Selandia Baru, di mana ribuan warga berkumpul di Hagley Park, dekat Masjid Al Noor.

Selandia Baru menyiarkan suara azan, diikuti dengan dua-menit hening, dalam upacara memperingati sepekan sejak serangan Christchurch yang mengakibatkan 50 korban tewas dan puluhan orang lainnya terluka.

Dalam pidato yang ditujukan bagi komunitas Muslim dalam acara peringatan tersebut, Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu."

Baca juga: Pemkot Sumbar lepas keberangkatan keluarga Zulfirman ke Selandia Baru

Baca juga: Empat anggota ACT dampingi keluarga Zulfirman di Selandia Baru

Baca juga: Tujuh pesan Indonesia sikapi serangan teror di masjid Selandia Baru


 

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar