Arus balik Imlek menuju Beijing terhambat salju

id salju Beijing, Imlek Beijing

Para orang tua dan anak-anak menikmati turunnya hujan salju di Taman Nanguan, Beijing, Selasa (12/2/2019) (M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA News) - Arus balik para pemudik Tahun Baru Imlek dari berbagai daerah di China menuju Beijing terhambat hujan salju yang turun sejak Selasa pagi hingga malam.

Seluruh wilayah Ibu Kota itu dilanda hujan salju besar dengan intensitas 0,4-3 milimeter, demikian stasiun meteorologi setempat.
Mobil warga diparkir di kawasan permukiman padat penduduk Dongzhimen Nei setelah adanya peringatan dari Stasiun Meteorologi Beijing, Selasa (12/2/2019), agar terhindar dari kecelakaan karena permukaan jalan raya licin. (M. Irfan Ilmie)

Stasiun meteorologi mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan karena permukaan aspal licin.

Dinas Perhubungan Kota Beijing menutup sementara tiga jalur bus dengan menambah frekuensi perjalanan kereta bawah tanah (subway) untuk mengatasi lonjakan para penumpang yang baru pulang dari kampung halamannya setelah liburan Imlek.

Kepala Prakiraan Cuaca Stasiun Meteorologi Kota Beijing Ma Xiaohui memperkirakan hujan salju baru akan reda pada Selasa tengah malam, namun masih akan terjadi lagi pada Kamis (14/2) depan.

Badan Meteorologi Nasional (NMC) juga memperkirakan hujan salju masih akan melanda wilayah utara, baratdaya, dan baratlaut China pada tiga hari mendatang sebagaimana dikutip media resmi setempat.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat Kota Beijing menikmati hujan salju dengan berkumpul bersama keluarga di beberapa tempat terbuka.

Antaranews mengamati beberapa objek wisata dan taman dipadati para orang tua dan anak-anak untuk bermain salju.

Bahkan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun berkumpul di halaman Kedutaan Besar RI di Beijing bersama para staf.

"Menyapa salju besar pertama ala Beijing," tulis Dubes Djauhari di akun instagramnya.

Baca juga: Hujan salju warnai hari kedua Imlek di Beijing

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar