Oposisi tolak pelantikan Ketua DPR Malaysia

id datuk mohamad arif yusof,ketua dpr malaysia

Bendera Malaysia. (Wikimedia Commons)

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Anggota parlemen dari partai oposisi di Malaysia menolak pelantikan Datuk Mohamad Ariff Yusof sebagai Ketua DPR Malaysia yang baru dengan keluar ruangan sidang, Senin.

Penolakan dilakukan pada pelantikan dan sidang parlemen ke 14 yang pertama kali semenjak Malaysia diambil alih Pakatan Harapan.

Mereka yang keluar ruangan adalah anggota parlemen dari partai-partai Koalisi Barisan Nasional yakni UMNO, MIC dan MCA serta anggota parlemen dari Partai Islam Malaysia (PAS).

Ketua oposisi Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi yang juga Presiden UMNO terlihat keluar bersama anggota PAS karena menolak proses pelantikan tersebut.

Namun demikian tidak semua anggota parlemen BN keluar ruang sidang seperti mantan Ketua Pemuda UMNO yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olah Raha, Khairy Djamaluddin, mantan Menteri Luar Negeri, Datuk Seri Anifah Aman dan mantan Ketua Puteri UMNO, Datuk Mas Ermieyati Samsudin.

Penolakan pelantikan Mohamad Ariff Yusof karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya tentang penunjukkannya sebagai Ketua DPR atau Speaker Dewan Rakyat.

Menurut prosedur pemberitahuan harus disampaikan 14 hari sebelum pelantikan.

Pada kesempatan tersebut Datuk Mohamad Ariff Yusof dilantik sebagai Ketua DPR Malaysia sedangkan wakil-nya anggota parlemen dari DAP Teluk Intan, Nga Kor Ming dan anggota parlemen PKR Batu Pahat, Datuk Rashid Hasnon.

Pada sidang parlemen tersebut partai oposisi termasuk PAS telah memilih Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi sebagai ketua oposisi berdasarkan susunan kursi di parlemen.

Hari pertama pembukaan sidang parlemen ke 14 juga diwarnai dengan unjuk rasa sopir taksi di Padang Merbuk yang berlokasi 500 meter dari parlemen yang memprotes taksi online Grab.

Menurut Wakil Ketua Persatuan Transformasi Pemandu Taksi Malaysia, Kamarudin Mohd Hussain pihaknya kesal dengan Menteri Transportasi Anthony Loke Siew Fook karena dianggak tidak memahami tuntutan mereka yang sebenarnya.

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar