Salah satu penyandang gelar manusia terberat dunia jalani operasi di Meksiko

id manusia terberat,manusia terberat di dunia,obesitas

obesitas, anak-anak, gemuk, gendut, kegemukan, kegendutan, perut buncit (ANTARA News / Insan Faizin Mub)

Jakarta (ANTARA News) - Seorang pria Meksiko yang pernah dinobatkan sebagai pria terberat di dunia sedang menjalani pemulihan dari operasi pengecilan perut yang kedua yang diharapkan bisa membuang lebih dari 200 kg bobot tubuhnya.

Juan Pedro Franco (33) pernah mencapai bobot 595 kg, sama seperti beruang kutub jantan, mulai menjalani program menurunkan berat badan setahun lalu, hingga kini beratnya mencapai titik 366 kg.

Setelah operasi, Rabu waktu setempat, di Zapopan , Meksiko, Franco berharap berat badannya bisa turun hingga 120 kg.

"Operasi Juan Pedro berlangsung baik," kata dokter bedah Jose Antonio Castaneda dalam pernyataan seperti dilansir AFP. "Kami sangat optimistis".

Dia mengatakan Franco bisa keluar dari rumah sakit dalam beberapa hari.

Operasi kedua ini dilakukan dengan laparoskopi invasif minimal. Prosedur krusial ini memisahkan perut Franco jadi setengah agar kapasitasnya berkurang, juga mengurangi sebagian ususnya. 

Jika semuanya berjalan baik, pasien bisa berhenti mengonsumsi obat diabetes dan tekanan darah tinggi. Dia juga berharap pasien bisa berjalan lagi untuk pertama kalinya dalam kurun tujuh tahun terakhir.

Pasien mengatakan dia merasa cemas, tapi juga punya harapan.

"Saya lebih gugup kali ini ketimbang operasi pertama," katanya.

"Namun saya tahu operasi kedua ini prioritas dalam hidup saya jika memang mau melangkah maju."

Dia mengaku senang karena "semakin dekat dengan berat tubuh yang sehat."

Organisasi Guinness World Records memberi sertifikat awal tahun ini kepada Franco yang pernah dianggap sebagai pria terberat di dunia yang masih hidup. Rekor itu juga pernah dipegang orang Meksiko lain, Manuel Uribe, yang berbobot tubuh 597 kg pada 2007. Namun dia meninggal dunia pada Mei 2016.


Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar