AS identifikasi kasus pertama COVID-19 Omicron

id AS,varian Omicron,kasus pertama

Arsip foto - Para penumpang dengan memakai masker untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) melewati petugas keamanan sebelum menaiki pesawat di sebuah bandara di Denver, Colorado, Amerika Serikat, Selasa (24/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Mohatt/AWW/djo/am

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat pada Rabu (1/12) mengidentifikasi kasus pertama COVID-19 varian Omicron yang diketahui saat para ilmuwan terus mempelajari risiko yang dapat ditimbulkan dari varian baru tersebut.

Kasus itu ditemukan pada pasien penerima vaksin lengkap yang bepergian ke Afrika Selatan.

Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan bahwa seseorang itu, yang mengalami gejala ringan, tiba di AS pada 22 November dan tujuh hari kemudian dinyatakan positif terinfeksi.

Orang itu sudah mendapatkan vaksin lengkap namun belum disuntik vaksin booster, menurut pakar penyakit menular kenamaan AS Dr. Anthony Fauci saat konferensi pers di Gedung Putih.

Orang tersebut kini menjalani isolasi mandiri dan seluruh kontak eratnya dinyatakan negatif COVID-19, lanjutnya.

Baca juga: AS belum berlakukan tes baru pada penumpang dari selatan Afrika

Masih ada sejumlah pertanyaan besar seputar Omicron, yang bermutasi lewat berbagai cara. 

Menurut para ahli, cara Omicron bermutasi dapat meningkatkan kemampuannya untuk menyebar dan menghindari beberapa pertahanan yang dihasilkan oleh vaksin.

Pengembangan sedang berlangsung untuk memperbarui vaksin COVID-19 yang sudah ada, seandainya diperlukan.

Omicron sudah muncul di puluhan negara, seperti di sejumlah negara Eropa. Selain itu, kasus Omicron juga muncul di Kanada, Australia, Jepang, Hong Kong,  dan Israel.

AS belum menemukan penularan Omicron lewat komunitas. Di kebanyakan negara, penularan COVID-19 masih tinggi, namun kasus baru tetap stabil selama dua pekan terakhir, menurut data Reuters.

Sebelumnya, pejabat kesehatan AS mengatakan bahwa varian baru yang pertama kali muncul di Afrika Selatan dan diumumkan pada 25 November itu, kemungkinan sudah tiba di AS saat puluhan negara lain juga mendeteksi Omicron.

AS melarang hampir seluruh warga negara asing yang sebelumnya berada di salah satu dari delapan negara Afrika bagian selatan.

Pada Selasa (30/11),  CDC mengarahkan maskapai untuk mengungkapkan nama-nama dan informasi lainnya soal penumpang yang pernah berkunjung ke negara-negara itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Brazil laporkan kasus pertama Omicron di kawasan Amerika Latin

Baca juga: Denmark temukan kasus Omicron pada penonton konser

 

Pakar: Omicron miliki mutasi lebih banyak dibandingkan Delta


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar