China akan kurangi aborsi untuk "tujuan nonmedis"

id china,aborsi,penduduk

Sejumlah warga mengenakan masker saat berjalan di Shanghai, China, Kamis (5/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/rwa.

Beijing (ANTARA) - China akan mengurangi praktik aborsi untuk "tujuan nonmedis", demikian pedoman baru yang diumumkan kabinet negara pada Senin.

Dewan Negara China mengatakan bahwa tindakan juga akan diambil untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan mendorong laki-laki untuk "berbagi tanggung jawab" dalam pencegahannya.

Otoritas setempat bertujuan meningkatkan pendidikan seks dan memperkuat layanan keluarga berencana pascaaborsi dan pascamelahirkan.

"Kebijakan dasar nasional kesetaraan gender dan prinsip memprioritaskan anak-anak perlu diterapkan secara menyeluruh," kata wakil direktur Komite Kerja Nasional untuk Perempuan dan Anak.

China memberlakukan langkah-langkah tegas untuk mencegah aborsi selektif berdasarkan jenis kelamin, yang telah dikritisi karena memicu kesenjangan gender.

Baca juga: Ubah kebijakan, China izinkan warganya miliki tiga anak

Setelah bertahun-tahun mencoba membatasi pertumbuhan populasi, Beijing menjanjikan kebijakan yang bertujuan menambah anggota keluarga.

Pada Juni, China mengizinkan semua pasangan untuk memiliki tiga anak, alih-alih dua, sementara kebijakan yang dirancang untuk mengurangi beban keuangan membesarkan anak juga mulai diterapkan. 

Tidak disebutkan apakah pedoman mengenai aborsi itu dirancang untuk mengatasi penurunan tingkat kelahiran di China, yang diidentifikasi oleh para pemikir dan peneliti sebagai salah satu tantangan kebijakan sosial utama dalam beberapa dekade mendatang.

Meskipun China tetap menjadi negara terpadat di dunia, sensus terakhir menunjukkan pertumbuhan penduduk dari 2011 hingga 2020 adalah yang paling lambat sejak 1950-an. Populasi diperkirakan akan mulai menurun dalam beberapa tahun.

Data Komisi Kesehatan Nasional menunjukkan bahwa antara tahun 2014 dan 2018, telah terjadi rata-rata 9,7 juta aborsi per tahun, atau naik sekitar 51 persen dari rata-rata tahun 2009-2013, meskipun ada relaksasi kebijakan keluarga berencana pada 2015 untuk memungkinkan setiap keluarga memiliki dua anak.

Data tersebut tidak memerinci berapa banyak aborsi yang dilakukan karena alasan medis.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pasutri di China didenda Rp1,5 miliar akibat punya tujuh anak

Baca juga: Vaksinasi di China jangkau satu miliar penduduk

 

Anak-anak saksikan langsung peluncuran wahana antariksa Tianzhou-3


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar