Thailand lockdown, penguin kangen pengunjung

id thailand,penguin

Arsip - Penguin berbaris di depan pengunjung kebun binatang Khao Kheow Open Zoo, Chon Buri, Thailand, Agustus 2019. ANTARA/Shutterstock.

Chonburi (ANTARA) - Suara kepak kaki penguin terdengar nyaring di kebun binatang yang kosong di Thailand, ketika serombongan burung itu keluar kandang untuk berenang di kolam.

Mereka sengaja dikeluarkan agar tetap sehat selama kebun binatang ditutup akibat lockdown.

Thailand tengah berperang melawan wabah virus corona terbesar mereka. Pembatasan ketat telah diberlakukan. Banyak ruang publik, termasuk kebun binatang, ditutup.

"Saya perhatikan mereka agak bingung karena ketika keluar kandang, biasanya sudah banyak pengunjung menunggu mereka," kata Tossapol Kosol, spesialis penguin di Khao Kheow Open Zoo di luar kota Bangkok, ibu kota Thailand.

"Sekarang ketika mereka keluar dan tak seorang pun pengunjung ada di sini, kadang mereka berhenti melihat sekeliling, seakan bertanya kemana semua orang pergi," kata dia.

Selama setahun terakhir, Tossapol dan koleganya di kebun binatang itu harus mencari cara untuk melatih burung-burung itu meski tak ada pengunjung.

Setelah memberi makan 41 ekor penguin dengan 25 kilo ikan makarel, Tossapol dan kawan-kawannya menggiring mereka dari kandang berpendingin udara melewati gang menuju kolam terbuka untuk latihan.

Direktur Tawin Rattanawongsawat mengatakan meskipun tidak ada pengunjung, yang biasanya membantu memberi makan penguin, kehidupan di kebun binatang itu harus tetap berjalan demi kebaikan hewan-hewan di sana.

"Tak ada pengunjung sekarang, jadi mereka diberi makan oleh para pengasuh," kata dia.

"Mereka pasti bertanya-tanya kenapa selalu bertemu dengan orang yang sama, kemana anak-anak dan orang tua mereka?"

"Mereka pasti sedikit kesepian."

Sumber: Reuters
Baca juga: Kasus COVID melonjak, Thailand bangun rumah sakit di bandara Bangkok
Baca juga: Thailand catat rekor 16.533 kasus harian COVID
Baca juga: PM Thailand dituntut mundur saat COVID-19 melonjak

Pewarta : Anton Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar