Galang bantuan buat Lebanon, Macron kritik Beirut

id lebanon,macron,prancis

Arsip foto: Patung setinggi 25 meter, The Gesture, karya arsitek Lebanon Nadim Karam diresmikan di Pelabuhan Beirut, Lebanon, Senin (2/8/2020). Patung yang terbuat dari puing ledakan Beirut tersebut sebagai bentuk penghormatan pada korban dan mengenang peristiwa yang merenggut 200 jiwa dan melukai ribuan lainnya pada 10 Agustus 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Imad Creidi/foc.

Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik elite politik Lebanon, yang dia persalahkan atas krisis ekonomi negara itu, saat membuka konferensi donor di Paris, Rabu.

Konferensi itu digelar untuk mengumpulkan dana bantuan bagi Lebanon sekaligus memperingati setahun ledakan maut di Beirut.

Ledakan itu meluluhlantakkan pelabuhan dan mendorong Lebanon ke jurang krisis ekonomi yang lebih dalam.

Setahun sejak kejadian itu, para politisi Lebanon belum juga membentuk pemerintahan untuk membangun kembali negara mereka, meski ditekan oleh Prancis dan dunia internasional.

Baca juga: Uni Eropa ingin setujui kerangka hukum sanksi atas Lebanon

"Para pemimpin Lebanon tampaknya bertaruh pada strategi mengulur waktu, yang saya sesalkan dan saya pikir (itu) sebuah kegagalan moral dan bersejarah," kata Macron.

Dia mengatakan hal itu dalam pidato pembukaan sebagai tuan rumah konferensi donor internasional untuk mengumpulkan sedikitnya 350 juta dolar dana bantuan.

"Tak akan ada cek kosong bagi sistem politik Lebanon. Karena merekalah yang --sejak awal krisis tapi juga sebelum itu-- gagal."

Prancis telah memimpin upaya-upaya untuk membawa bekas koloninya itu keluar dari krisis.

Baca juga: AS jatuhkan sanksi pada menantu presiden Lebanon

Macron telah mengunjungi Beirut dua kali sejak peristiwa ledakan, mengumpulkan bantuan darurat dan mengenakan larangan bepergian terhadap sejumlah pejabat senior Lebanon dalam upayanya mencari paket reformasi.

Dia juga telah membujuk Uni Eropa untuk menyepakati sebuah kerangka sanksi yang siap digunakan.

Namun inisiatifnya belum membawa hasil sejauh ini.

Presiden AS Joe Biden akan berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan bersama dengan PBB itu bersama sekitar 40 pemimpin dunia lainnya, kata kantor Presiden Macron.

Konferensi yang digelar tahun lalu usai ledakan menghimpun dana 280 juta dolar. Dana bantuan darurat itu dijauhkan dari para politisi Lebanon dan disalurkan melalui sejumlah LSM dan kelompok bantuan.

Bantuan baru akan diberikan tanpa syarat, namun sekitar 11 miliar dolar yang dikumpulkan pada 2018 tetap disimpan dan penyalurannya bergantung pada serangkaian reformasi di Lebanon, kata kantor Presiden Macron

Sumber: Reuters

Baca juga: Setahun ledakan maut di Beirut, warga Lebanon tuntut keadilan
Baca juga: PBB: 71 persen populasi Lebanon berisiko kehilangan akses air bersih

Pewarta : Anton Santoso
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar