Rekor kasus COVID-19 bayangi Olimpiade Tokyo

id jepang,covid-19,tokyo,olimpiade

Petugas membawa poster untuk memberi aba-aba melepas masker kepada para atlet saat upacara penyerahan medali cabang judo Olimpiade Tokyo 2020 di Nippon Budokan, Tokyo, Jepang, Minggu (25/7/2021). ANTARA FOTO/Panoramic via Reuters/JB Autissier/rwa.

Tokyo (ANTARA) - Pagelaran Olimpiade Tokyo 2020 dibayangi lonjakan kasus COVID-19 ketika kota metropolitan itu melaporkan 4.058 kasus baru pada Sabtu (31/7), angka tertinggi selama pandemi.

Rekor baru itu tercatat sehari setelah Jepang memutuskan untuk memperpanjang status darurat di Tokyo hingga akhir Agustus.

Status darurat juga diperluas ke tiga prefektur dekat kota tuan rumah Olimpiade itu dan Prefektur Osaka di bagian barat.

Di tengah kekhawatiran yang meningkat, penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan pada Sabtu mereka telah mencabut akreditasi seseorang terkait Olimpiade karena melanggar larangan meninggalkan perkampungan atlet untuk melihat-lihat kota.

Penyelenggara tidak menjelaskan berapa banyak orang yang telah dicabut akreditasinya, apakah orang-orang tersebut adalah atlet, atau kapan pelanggaran itu terjadi.

"Kami cabut akreditasinya karena kami yakin keluar dari perkampungan atlet untuk berjalan-jalan adalah hal yang tidak boleh terjadi," kata juru bicara Tokyo 2020 Masa Takaya dalam pengarahan harian.

Pencabutan akreditasi tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Olimpiade Tokyo dimulai pada 23 Juli.

Tanpa akreditasi, seseorang tidak bisa masuk ke fasilitas Olimpiade mana pun.

 

Sumber: Reuters

Baca juga: COVID-19 meningkat, Tokyo akan tambah tempat tidur rumah sakit

Baca juga: Badai tropis mendekati Jepang, jadwal Olimpiade Tokyo terganggu


 

Duplikat kaldron api Olimpiade dipajang di pantai Tokyo

 


Pewarta : Anton Santoso
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar