Wakil PM Malaysia nyatakan 110 legislator masih dukung pemerintah

id Malaysia,Ismail Sabri Yaakob,Perdana Menteri Malaysia,Muhyiddin Yasin

Ketua blok partai pemerintah yang juga Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. ANTARA Foto/Ho-TV3

Kuala Lumpur (ANTARA) - Ketua blok partai pemerintah yang juga Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengatakan sebanyak 110 anggota parlemen masih memberikan dukungan pemerintahan Pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin.

"Saya menjunjung titah Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin dalam pernyataan pers yang dikeluarkan oleh Istana Negara pada Kamis ini," ujar Ismail Sabri Yaakob dalam pernyataan kepada media di Putrajaya, Kamis.

Istana Negara dalam pernyataan sebelumnya menyatakan Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin menolak pengumuman pencabutan Ordonansi atau Peraturan Darurat yang telah diumumkan pemerintah Malaysia pada sidang parlemen Senin (26/7).

"Situasi politik negara pada hari ini dalam keadaan yang tidak stabil yang bisa memberikan dampak pada usaha menyelesaikan masalah ekonomi dan memerangi pandemi COVID-19," kata politikus dari Partai UMNO tersebut.

Baca juga: UMNO tarik dukungan ke Perdana Menteri Muhyiddin Yasin

Dia berharap rakyat tenang dalam menghadapi situasi terkini dan sama-sama berdoa agar kemelut politik ini berakhir dengan segera.

Sementara itu Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi yang berbeda sikap politik dengan Ismail Sabri Yaakob mengatakan pihaknya amat kesal dengan tindakan pemerintah yang mengingkari titah Yang di-Pertuan Agong.

"Pembatalan peraturan-peraturan darurat sebagaimana yang diumumkan Menteri Undang-Undang pada Senin lalu di parlemen amat keliru karena hakikatnya belum mendapat perkenan Yang di-Pertuan Agong," katanya.

Sehubungan dengan hal itu, ujar dia, UMNO akan meminta Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yasin dan Menteri Undang-Undang Datuk Seri Takiyuddin Bin Hassan untuk meletakkan jabatan secara terhormat.

"Anggota-anggota parlemen UMNO mesti melaksanakan keputusan Majelis Kerja Tertinggi UMNO pada 7 Juli lalu untuk menarik dukungan terhadap Tan Sri Muhyiddin Yasin sebagai perdana menteri," katanya.

Baca juga: Muhyiddin sampaikan rencana pemulihan negara di sidang parlemen
Baca juga: Pakatan Harapan minta PM Muhyiddin Yasin mundur dengan hormat

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar