Rumah sakit Suriah dihantam artileri, sedikitnya 13 orang tewas

id Rumah sakit Suriah,serangan artileri,YPGKurdi Suriah

Dokumentasi - Seorang pria membawa sejumlah kruk saat berjalan di lorong rumah sakit yang penuh pecahan kaca akibat terkena bom barel oleh pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad di kota Tel al-Shehab, Deraa, Suriah, Kamis (23/7). ANTARA/REUTERS/Alaa Al-Faqir.

Idlib (ANTARA) - Sedikitnya 13 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam dua serangan artileri terpisah di Kota Afrin, Suriah pada Sabtu (12/6), menurut media setempat.

Serangan pertama menghantam area perumahan, kemudian diikuti serangan kedua terhadap rumah sakit, sumber pertahanan sipil melaporkan.

Tayangan video di media sosial menunjukkan para korban tertimpa reruntuhan rumah sakit Al Shifa.

Kantor Berita Turki Anadolu juga menyebutkan 13 korban tewas dan 27 korban luka.

Pejabat daerah Turki mengatakan sumber di rumah sakit mengaku milisi YPG Kurdi Suriah telah menghantam bangunan tersebut dengan peluncur rudal, menurut laporan awal. Pejabat itu menyebutkan artileri Turki menyasar posisi perdesaan dekat Kota Maarat al-Numan.

Baca juga: Assad menangi jabatan ke-4 Presiden Suriah, raih 95% suara

Baca juga: Agresi Israel dilaporkan di atas wilayah Quneitra Suriah


Pasukan Demokratik Suriah (SDF), pasukan milisi dukungan AS yang dipelopori oleh YPG Kurdi, kemudian mengaku tidak bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kantor gubernur Provinsi Hatay Turki, yang berbatasan dengan Afrin, sedang menyelidiki insiden tersebut dan bahwa rudal yang ditembakkan dari area Tel Rifat berhasil dikendalikan oleh pemerintah Suriah.

Turki melabeli YPG sebagai kelompok teroris yang berkaitan dengan Partai Pekerja Kurtdistan (PKK) di dalam perbatasannya sendiri, dan telah melancarkan serangan ke Suriah guna mendukung pemberontak Suriah untuk mengusirnya dari perbatasan Turki.

Sumber: Reuters

Baca juga: Arab Saudi ingin pastikan keselamatan jamaah haji

Baca juga: Putin: Hubungan dengan AS pada titik terendah dalam beberapa tahun

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar