Myanmar bebaskan 23.184 tahanan pada Tahun Baru Thingyan

id tahanan Myanmar,kudeta militer Myanmar,Aung San Suu Kyi

Warga berdemonstrasi sambil membawa pot Thigyan dengan bunga padauk saat mereka memprotes kup militer di Dawei, Myanmar, Selasa (13/4/2021), dalam gambar yang didapatkan dari video. ANTARA FOTO/Courtesy of Dawei Watch/via REUTERS/hp/cfo (DAWEI WATCH via (DAWEI WATCH via REUTERS/DAWEI WATCH)

Naypyidaw (ANTARA) - Junta Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri di bawah amnesti Tahun Baru, juru bicara Departemen Penjara mengatakan.

Namun di antara mereka yang dibebaskan itu, hanya sedikit--jika ada-- tahanan dari kalangan aktivis demokrasi yang dipenjara setelah kudeta 1 Februari .

Sabtu adalah hari pertama Thingyan atau Tahun Baru tradisional di Myanmar dan hari terakhir dari liburan lima hari yang biasanya dirayakan dengan kunjungan ke kuil Buddha, festival air, dan perayaan di jalan-jalan.

Aktivis pro demokrasi menyerukan pembatalan perayaan tahun ini dan sebaliknya orang-orang fokus pada kampanye untuk memulihkan demokrasi setelah militer menggulingkan pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Aktivis Myanmar bersumpah lakukan protes selama liburan Thingyan
Baca juga: Aktivis Myanmar serukan pembangkangan terhadap junta militer


Suu Kyi termasuk di antara 3.141 orang yang ditangkap sehubungan dengan kudeta tersebut, menurut hitungan oleh kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

"Para tahanan ini sebagian besar dari sebelum (penahanan) 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya," kata juru bicara Departemen Penjara Myanmar Kyaw Tun Oo kepada Reuters melalui telepon.

Ketika ditanya apakah ada dari mereka yang dibebaskan mungkin telah ditahan sehubungan dengan protes terhadap pemerintahan militer, Kyaw Tun Oo mengatakan dia tidak memiliki rincian amnesti.

Sementara militer membebaskan ribuan tahanan, mereka juga mencari 832 orang dengan surat perintah sehubungan dengan protes tersebut, kata AAPP.

Di antara mereka ada 200 orang, termasuk beberapa pesohor internet, aktor, dan penyanyi yang menentang kudeta, dicari dengan tuduhan memicu perbedaan pendapat di angkatan bersenjata, yang dapat dijatuhi hukuman penjara tiga tahun.

Dua dari mereka, yaitu pasangan suami istri sutradara film Christina Kyi dan aktor Zenn Kyi, ditahan di bandara di kota utama Yangon pada Sabtu ketika mereka mencoba untuk pergi dengan penerbangan ke Bangkok, berdasarkan laporan situs berita Irrawaddy.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pasukan Myanmar tangkap pemimpin unjuk rasa anti kudeta
Baca juga: Pasukan keamanan Myanmar tembaki demonstran pekerja medis

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar