CDC: 40 Persen kasus COVID-19 di AS berupa infeksi tanpa gejala

id CDC,40 Persen dari kasus COVID-19 ,OTG

Isolat dari kasus COVID-19 pertama di AS, yang sebelumnya dikenal dengan 2019-nCoV atau virus novel corona, terlihat dalam gambar transmisi mikroskopis elektron yang diperoleh dari Centers for Disease Control (CDC) di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/CDC/Hannah A Bullock and Azaibi Tamin/Handout via REUTERS/foc/djo

Washington (ANTARA) - Sekitar 40 persen dari kasus COVID-19 merupakan infeksi pada orang tanpa gejala (OTG), menurut "Skenario Perencanaan Pandemi COVID-19" terbaru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  (CDC) Amerika Serikat.

Dokumen ini, yang dikatakan badan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kemungkinan dampak COVID-19 di daerah dan di negara bagian Amerika Serikat, pertama kali diunggah pada 20 Mei. Informasi terbaru pada 10 Juli berdasarkan pada data yang diterima oleh CDC sampai 29 Juni.

Persentase baru infeksi yang tidak menunjukkan gejala, di bawah "estimasi terbaik CDC" saat ini, naik dari 35 persen yang diperkirakan pada 20 Mei oleh badan tersebut.

Juga, di bawah estimasi terbaik CDC saat ini, pasien OTG 75 persen sama tingkat  penularannya dengan pasien yang menunjukkan gejala.

"Kasus OTG rumit untuk diidentifikasi sebab individu tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi jika mereka tidak melakukan tes, yang biasanya hanya dilakukan secara sistematis sebagai bagian dari studi ilmiah," kata CDC.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Di Meksiko, delapan pemain positif corona meski tanpa gejala
Baca juga: Peneliti China: respons imun OTG lebih lemah
Baca juga: Gugus Tugas: Penular COVID-19 terbanyak orang tanpa gejala

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar