Australia batasi jumlah penduduk yang pulang di tengah lonjakan virus

id Australia,lonjakan kasus COVID-19,Victoria,Melbourne,Sydney

Polisi Victoria berpatroli di jalan-jalan saat 'lockdown' di Melbourne, Kamis (9/7/2020). Area metropolitan Melbourne di 'lockdown' pada hari Kamis sebagai upaya memperlambat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19). REUTERS/AAP Image/Luis Ascui/nz/cfo (AAPIMAGE via Reuters Connect/LUIS ASCUI)

Sydney/Melbourne (ANTARA) - Australia akan mengurangi jumlah penduduk yang diizinkan kembali pulang dari luar negeri pada setiap minggunya, sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Scott Morison pada Jumat, di tengah perjuangan otoritas untuk menekan penyebaran COVID-19 di Victoria.

Negara bagian Victoria melaporkan 288 kasus baru pada Jumat, yang merupakan peningkatan harian tertinggi dari seluruh wilayah negara bagian itu sejak pandemi mulai menyebar.

Angka tersebut menjadi peringatan terkait transmisi komunitas di negara bagian Victoria yang sebagian besar kasusnya melibatkan pelancong yang kembali pulang itu.

"Kabar dari Victoria masih mengkhawatirkan," kata Morrison.

Sejak Maret, Australia hanya mengizinkan warga negara dan penduduk tetap untuk masuk. Setibanya mereka di sana, mereka harus menjalani karantina wajib selama 14 hari di hotel-hotel yang dibiayai oleh pemerintah negara bagian.

Morrison mengatakan mulai Senin, Australia akan membatasi angka 4.000 orang setiap minggu, sekitar setengah dari jumlah yang telah kembali. Mereka yang kembali juga harus membayar untuk masa tinggal karantina mereka.

"Keputusan yang kami ambil... adalah untuk memastikan kita dapat fokus pada sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan tes dan penelusuran, dan tidak harus mengalihkan sumber-sumber daya ini untuk tugas-tugas lain," kata Morrison pada wartawan di Canberra usai pertemuan dengan kabinet nasional.

Negara tetangga, Selandia Baru, pada awal pekan, telah memberlakukan upaya-upaya untuk membatasi jumlah penduduk yang kembali pulang guna mengurangi beban atas kapasitas fasilitas karantina yang berlebih.

LOCKDOWN KEDUA

Penyebaran di kota Melbourne telah memaksa 5 juta warga Australia untuk tinggal di rumah, kecuali untuk urusan penting. Penyebaran itu juga telah membuat negara-negara bagian Australia lainnya melarang warga Victoria untuk masuk, yang menghantam pemulihan ekonomi Australia.

Kebijakan tersebut juga memperlambat rencana pembukaan perjalanan bebas karantina dengan Selandia Baru, yang dikatakan Morrison akan dibahas dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Jumat malam.

Pembatasan perjalanan baru diumumkan beberapa hari setelah Victoria menerapkan kembali karantina wilayah (lockdown) di Melbourne.

Lockdown akan berlangsung selama enam minggu setelah lonjakan kasus virus corona terkait pelanggaran pembatasan jarak sosial di hotel di mana para pelancong yang pulang menjalankan karantina.

Kepala petugas kesehatan Victoria memperingatkan akan ada peningkatan tajam dalam rawat inap, kasus perawatan intensif dan kematian dalam beberapa hari mendatang sebagai akibat dari lonjakan infeksi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Australia akan perlambat repatriasi warganya dari luar negeri
Baca juga: Australia batasi gerakan 300.000 orang di pinggiran Melbourne
Baca juga: Negara bagian Victoria wajibkan uji corona bagi pelancong


 

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar