AS bangga bermitra dengan Indonesia promosikan demokrasi yang kuat

id amerika serikat,Heather Variava,demokrasi,dahlan iskan

Bendera Amerika Serikat . (REUTERS/STEVE NESIUS)

Jakarta (ANTARA) -
Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan Indonesia untuk mempromosikan dan melindungi nilai-nilai demokrasi yang kuat - termasuk kebebasan, supremasi hukum, hak asasi manusia (HAM), maupun keragaman agama kepada dunia.

"Indonesia dan Amerika Serikat merupakan negara demokrasi terbesar di dunia yang bersama-sama saling mempromosikan nilai-nilai ini kepada dunia," ujar Kuasa Usaha ad Interim (Chargé d'Affaires) Kedubes AS di Jakarta, Heather Variava, dalam siaran program sapa alumni AS melalui Instagram, Jakarta, Jumat.

Heather Variava, mengatakan nilai-nilai demokrasi yang kuat - termasuk kebebasan, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan keragaman agama - adalah inti dari hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.

"Untuk memperkuat hubungan antar warga negara Indonesia dengan Amerika Serikat, kami mengadakan International Visitor Leadership Program (IVLP) yang mengirim warga Indonesia ke Amerika Serikat untuk bertukar pengalaman di berbagai bidang," kata dia.

Dahlan Iskan, lanjut dia, adalah alumni IVLP tahun 1985.

"Pak Dahlan Iskan bersama dengan saya dan Konsul Jenderal di Konsulat Jenderal AS di Surabaya Mark McGovern berdiskusi mengenai demokrasi melalui program virtual 'Sapa Alumni AS' untuk merayakan nilai-nilai demokrasi pada Hari Kemerdekaan AS", lanjut dia.

Acara ini diadakan dalam rangka peringatan kemerdekaan Amerika Serikat ke-244 tahun dan merupakan bagian dari seri virtual "Sapa Alumni AS”. Sesi ini merupakan merupakan rangkaian sesi virtual yang diluncurkan oleh MyAmerica Surabaya di Konsulat Jenderal AS di Surabaya untuk merayakan peringatan ke-80 International Visitor Leadership Program (IVLP) yang mengirim warga Indonesia ke Amerika Serikat untuk bertukar pengalaman di berbagai bidang. Kali ini adalah sesi ke-44.

Kisah kemerdekaan AS secara resmi dimulai dengan Deklarasi Kemerdekaan, yang dengan lugas mengungkapkan kepercayaan para pendiri negara Amerika Serikat dalam demokrasi, dan bahwa semua orang memiliki hak untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan.

Baca juga: Taiwan akan buka kembali konsulat di pulau Guam AS

Baca juga: China hentikan impor daging dari Amerika dan Eropa

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar