Kemlu: tidak ada WNI terdampak unjuk rasa antirasisme di AS

id wni di as,unjuk rasa antirasisme di as,amerika serikat,george floyd,perlindungan wni

Polisi berjaga saat para pengunjuk rasa menggelar aksi protes di area permukiman Uptown di Chicago, Amerika Serikat (AS), Senin (1/6/2020). Dua orang tewas ditembak dan sedikitnya 60 lainnya ditangkap seiring aksi unjuk rasa dan penjarahan berlanjut di sejumlah area permukiman dan pinggiran Kota Chicago pada Senin (1/6) lalu sebagai respons terhadap pembunuhan George Floyd oleh polisi. ANTARA FOTO/Xinhua-Chris Dilts/hp.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri menyampaikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak unjuk rasa di Amerika Serikat, yang dipicu kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd, akibat kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian setempat.

“Hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak  demonstrasi yang berlangsung di lebih dari 140 kota di AS,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Kemlu, terdapat 142.141 WNI tinggal menetap di AS.

Baca juga: Chicago perpanjang lagi jam malam akibat unjuk rasa berlanjut
Baca juga: Spike Lee rilis film pendek tentang kematian George Floyd


Guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh WNI, enam perwakilan RI di AS telah memperluas komunikasi dengan berbagai komunitas masyarakat Indonesia termasuk melalui pertemuan secara daring untuk memantau kondisi mereka.

Alhamdulillah, kondisi warga negara kita baik dan aman, termasuk akses mereka terhadap jaringan kesehatan di AS,” tutur Judha.

Imbauan juga terus disebarkan oleh seluruh perwakilan RI yakni KBRI Washington DC, KJRI San Francisco, KJRI Los Angeles, KJRI Chicago, KJRI New York, dan KJRI Houston untuk meminta WNI tetap tenang, tidak keluar rumah, mengikuti arahan otoritas setempat, dan jika ada keadaan darurat bisa menghubungi hotline perwakilan RI terdekat.

Serangkaian unjuk rasa atas kematian George Floyd, warga kulit hitam yang tewas karena disiksa anggota kepolisian di Minnesota, telah meluas hingga ke Ibu Kota Washington DC---di mana 1.600 tentara Pentagon dikerahkan.

Floyd (46), meninggal pada Senin. Video menunjukkan seorang petugas kepolisian Minneapolis berkulit putih menekan lehernya dengan lutut selama hampir sembilan menit.

Peristiwa ini menyulut kemarahan yang melanda negara yang terpecah secara politik dan rasial, menjelang pemilihan presiden November mendatang, dan di tengah pandemi virus corona yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Bintang K-pop suarakan dukungan #BlackLivesMatter
Baca juga: Mayweather dilaporkan akan tanggung biaya pemakaman George Floyd


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar