Bisnis kuliner Indonesia makin marak di tengah corona di Inggris

id Bisnis,kuliner, Indonesia

Zukni Legowo mendesain kemasan untuk bakso bola bola dan rendang padang plus es cendol menjadi andalannya lengkap dengan kue putu ayu dengan bentuk menarik (Zeynita Gibbons)

London (ANTARA) - Bisnis kuliner yang dilakukan secara daring oleh warga Indonesia di Inggris semakin marak di tengah mewabahnya virus corona yang sampai saat ini  korbannya terus bertambah.

"Peminat makanan Indonesia cukup banyak. Mereka pesan makanan secara daring," kata  Ina Sukatma kepada ANTARA London, Kamis

Ina punya bisnis kuliner  dengan membuka warung makanan Dapur Teh Ina, yang sering ikut bazar yang digelar KBRI London atau komunitas Indonesia di Inggris.

Kreativitas warga Indonesia yang berdomisili di Inggris tidak pernah habis-habisnya, maraknya COVID-19 justru mendorong bisnis kuliner online banyak diminati tidak saja yang punya usaha kafe di Faringdon, tidak jauh dari kota Oxford, tapi juga usaha rumahan yang dijalankan se[erti Dapur Teh Ina.

Dapur Teh Ina terkenal dengan nasi padang serta somay dan ayam bakar. Di tengah-tengah maraknya corona, Teh Ina pun memperluas usahanya dengan menjual makanan Indonesia secara daring.

Baca juga: Herjunot Ali jadi komisaris Codafood, akan bawa Soto Betawi ke Tokyo
Baca juga: Nasi goreng jadi menu favorit Indonesia di maskapai asing ini

Teh Ina pun memanfaatkan laman facebook nya buat promosi kuliner yang kali ini ia mempromosikan ayam bakakak santan makyus pake sambel dan lalap. #ayambakarsantan. @ Dapur Teh Ina. Demikian promosi Teh Ina di facebooknya. Menjelang Ramadhan Teh Ina pun mempromosikan lauk kering buat yang tidak sempet masak. Cocok buat bulan puasa dan sahur. 

Ternyata bisnis Teh Ina lancar dan suatu saat ia pun mengunggah gambar kardus yang sudah siap dikirim yang berisi makanan pesanan warga Indonesia yang tersebar di Kerajaan Inggris.

Apalagi kantor pos atau pun jasa kurir di Inggris tidak perlu diragukan lagi. Satu hari barangnya sampai, ujar Teh Ina.

"Alhamdulilah, di tengah wabah begini malah lebih banyak peminatnya,” ujar Teh Ina yang biasa menerima pesanan dari KBRI London.

Lain lagi dengan bakso bola bola yang cukup terkenal di Inggris yang awalnya dipromosikan pebisnis kuliner Zukni Legowo. “Biasa nya saya jualan kalau ada bazar yang diadakan KBRI London seperti saat perayaan 17 Agustus atau dalam acara halalbihalal usai hari Raya Idul Fitri,” ujar Zukni.

Sayangnya tahun ini dengan merebaknya virus corona hampir seluruh perwakilan Indonesia di Eropa tidak mengelar acara halalbihalal. Maklum Inggris masih dalam suasana karantina wilayah.

Zukni pun tidak habis akal. Dia pun mempromosikan bakso bola bola dengan mengunakan laman facebooknya. Selain itu ia juga mendesain kemasan  untuk bakso bola-bola dalam bentuk yang menarik. Ia juga mencoba keberuntungan lain dengan menjual rendang padang plus es cendol menjadi andalannya lengkap dengan kue putu ayu.

Zukni juga berjualan jajanan pasar. Dagangannya diminati warga Indonesia yang tinggal di negeri yang melahirkan penyair Thomas Stern Eliot itu. Mereka merindukan jajan pasar.

Lebaran di perantauan akan semakin menumbuhkan rasa kangen dengan segala hal yang berbau Indonesia, berbau nostalgia.Kue putu ayu ini bisa menjadi pengobat rindu salah satunya, kata Zukni.

 Yunni, pebisnis kuliner yang membuka Warung E-Yuni,  menyediakan makanan siap saji  juga menjual kue Lebaran seperti lapis surabaya, pandan cheese cake yang beraroma dan bercitarasa pandan.

”Kali ini saya bikin cake pandan tabur keju. Dioles whipped cream yang lembut. Sepotong pasti mau lagi dan lagi!." Demikian Warung-E Yunni berpromosi dan Yunni sangat sadar akan promosi makanan melalui internet.

Dikatakannya, promosi lapis surabaya, memang sangat penting. "Karena tanpa adanya promosi barang atau jasa yang kita jual tidak dilirik banyak orang. Maka dari itu diperlukan promosi yang bisa mempengaruhi  pembaca, dan tidak hanya itu dengan berpromosi diharapkan bisa di share pembaca,” ujar Yunni.

Sejak di Inggris menerapkan lockdown, Cafe Faringdon yang menyediakan makan siang dengan menu rendang padang milik pasangan suami istri dari Padang, Sumatera Barat, Harmein dan Pancanita Kaloko itu harus tutup. Untuk itu mereka pun putar haluan dengan menjual makanan matang secara online khususnya makanan khas Minang seperti rendang, kalio daging, kalio ayam, dendeng balado, sambal goreng ampla, udang balado, dan sambal balado cabe merah dan cabe hijau.

Cafe Faringdon dengan juru masak berasal dari Minang itu mengirimkan makanan dengan kemasan makanannya cukup rapi dan menarik agar makanan terjamin aman.

“Tenyata peminat rendang padang cukup banyak,” ujar Nita panggilan akrab Pancanita ibu dari satu putra yang berangkat dewasa.

Nita pun memanfaatkan laman facebook Indonesia Community in the UK untuk mempromosikan produk kulinernya.

Selain itu juga ada toko Gordonyang  menjual bahan makanan yang langsung diimpor dari Indonesia seperti berbagai macam bumbu instan, mi instan dengan berbagai rasa serta bahan makanan lain yang dipromosikan melalui laman facebooknya Toko Gordon.

Selain itu toko milik perempuan Indonesia Yanti bersuamikan pria Inggris itu juga menjual berbagai macam jenis kerupuk, abon, kecap sampai dengan margarin, bahkan ada biskuit yang fenomenal Khong Guan dengan ciri khas kaleng segi empat.Toko Gordon juga menjual sambel botol serta berbagai macam minyak seperti minyak kayu putih dan minyak tawon yang  ternyata cukup banyak peminatnya.

Baca juga: KJRI San Francisco selenggarakan bazar virtual kuliner Lebaran
Baca juga: Restoran Indonesia di Shanghai bertambah di tengah pandemi

 

 


Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar