Positif COVID-19 harian di Malaysia kembali ke dua digit

id Malaysia,corona,dua digid

Warga beraktivitas di kawasan Pudu, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (17/5/2020). Kawasan Pudu yang memiliki banyak penjual dan pekerja warga asing termasuk WNI menjadi klaster baru COVID-19 yang ditandai dengan adanya penularan dari warga setempat. ANTARA Foto/Rafiuddin Abdul Rahman/aww. (ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman)

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan setelah terjadi peningkatan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari lalu di Malaysia, Rabu (27/5) ini didapati kasus baru telah  kembali ke dua digit.

"Jumlah kasus baru ini yaitu 15 kasus, sebanyak lima kasus adalah penularan lokal di kalangan warga negara Malaysia," ujar Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah dalam jumpa pers harian di Putrajaya, Rabu.

Dia mengatakan pneingkatan kasus positif COVID-19 yang dilaporkan sejak beberapa hari lalu disebabkan oleh pendeteksian kasus-kasus COVID-19 di beberapa Depot Tahanan Imigrasi (DTI) dan lain-lain klaster aktif yang melibatkan bukan warga negara Malaysia.

"Ini adalah susulan tindakan pendekatan yang disasar  pemerintah dalam membendung penularan kasus COVID-19," katanya.

Baca juga: Malaysia lakukan tes "swab" pada pendatang ilegal di tahanan
Baca juga: 38 WNI di depo imigrasi Malaysia positif COVID-19


Penurunan kasus COVID-19 penularan lokal ini, ujar dia, adalah selaras dengan proyeksi sebelum ini oleh KKM dan hasil tindakan-tindakan kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan sejak satu bulan lalu semasa pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dan seterusnya Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB).

"Penurunan ini turut dibantu dengan kepatuhan warga terhadap norma dan kelaziman baru serta Prosedur Standar Operasi (SOP) yang telah ditetapkan bagi pelbagai sektor dan industri," katanya.

Namun begitu, ujar dia, KKM khawatir mungkin akan berlakunya peningkatan kasus COVID-19 menyusul pergerakan warga melalui aktivitas kunjung-mengunjung, melintas antarnegeri (provinsi) dan pergaulan di kalangan masyarakat saat sambutan Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan laporan dari WHO sebanyak 5.559.130 kasus COVID-19 telah dicatatkan di seluruh dunia sehingga 26 Mei 2020. Dari jumlah ini sebanyak 348.610 kasus kematian telah dilaporkan sejauh ini.

"Pandemi ini dilihat semakin serius dan masih jauh dari berakhir. Sejauh ini negara Malaysia telah menyumbang kepada 0.14 persen dari jumlah keseluruhan kasus positif COVID-19 dari seluruh dunia," katanya.

Sementara itu berdasarkan informasi jumpa pers Menteri Pertahanan Malaysia  Ismail Sabri Yaakob didapati sebanyak 2.449.556 kendaraan telah diperiksa oleh pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dari 16 Mei 2020 sehingga kini.

"Dalam tempo yang sama, sebanyak 18.303 kendaraan yang mencoba melintas negeri atas alasan mau pulang ke kampung dan telah diminta putar balik oleh PDRM," katanya.

Baca juga: Kasus WNI terjangkit COVID-19 meningkat dari depo imigrasi Malaysia
Baca juga: KBRI Kuala Lumpur tes swab 102 staf lokal

 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar