Nadia, harimau di AS pengidap virus corona kini membaik

id Nadia,harimau,pengidap COVID-19

Ambulan masuk ke kebun binatang Bronx, New York, saat merebaknya wabah COVID-19, Minggu (5/4/2020). Nadia, Harimau Malaya betina berusia empat tahun di kebun bintang itu positif COVID-19 diduga tertular dari penjaga yang positif corona tapi tidak menimbulkan gejala. ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/pras.

New York (ANTARA) - Nadia, harimau yang terbukti positif virus corona di New York, bersama enam kucing besar lainnya yang menunjukkan gejala batuk kering di Kebun Binatang Bronx tampaknya sudah membaik setelah mendapat perawatan dan pengobatan, Senin.

"Kasih sayang yang penuh dari para penjaga dan sejumlah obat anti-inflamasi membuat kondisinya membaik," kata Paul Calle, kepala dokter hewan Wildlife Conservation Society Kebun Binatang Bronx kepada Reuters.

Beberapa dari empat harimau dan tiga singa mendapat antibiotik. Semuanya mengalami penyakit "ringan" dan diharapkan sepenuhnya pulih, katanya.

Hewan-hewan yang kondisinya membaik itu meliputi Nadia, harimau Malaysia berusia 4 tahun yang ogah makan dan satu-satunya yang diuji COVID-19, karena pihak kebun bintang tidak mau membius harimau yang lain, kata Calle. Pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan serta cairan saluran udara dari paru-parunya dikirim ke sekolah kedokteran hewan di Cornell University dan University of Illinois, yang melakukan uji COVID terhadap binatang, katanya.

"Ini bukan kompetisi antara pengujian manusia dan binatang," kata Calle.

Calle pada Minggu mengatakan kepada awak media bahwa Nadia merupakan kasus pertama yang diketahui, di mana manusia menginfeksi bintang dan membuatnya terpapar COVID-19.

Virus tersebut menyebabkan COVID-19, yang diyakini menyebar dari binatang ke manusia dan beberapa binatang di Hong Kong terbukti positif.

Namun pejabat meyakini ini adalah kasus yang unik sebab Nadia jatuh sakit setelah terpapar oleh pegawai kebun binatang yang tanpa gejala. Calle mengatakan pihak kebun bintang tidak tahu pegawai mana yang telah menularkan.

"Terdapat beberapa hasil tes pada anjing dan kucing, namun mereka sehat atau tidak jelas bahwa COVID-19 menjadi sumber penyakit," ucap Calle.

Harimau pertama di kebun binatang tersebut, yang ditutup sejak pertengahan Maret, mulai menunjukkan gejala penyakit pada 27 Maret, menurut Departemen Laboratorium Layanan Hewan Nasional AS, yang melakukan pengujian.

Sumber: Reuters

Baca juga: Diduga tertular pemilik, kucing di Hong Kong positif virus corona
Baca juga: Bali Zoo tutup kunjungan wisata sementara antisipasi COVID-19

 

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar