Perlambat penyebaran corona, Afghanistan akan bebaskan 10.000 tahanan

id Afghanistan,10.000 tahanan,penyebaran virus corona

Penandatanganan Kesepakatan untuk Perdamaian Afghanistan atau Comprehensive Peace Agreement (CPA) antara Amerika Serikat dan Taliban di Doha, Qatar (29/2/2020). (Kemlu RI)

Kabul (ANTARA) - Afghanistan akan membebaskan setidaknya 10.000 tahanan berusia di atas 55 tahun dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, kata para pejabat, Kamis.

"Presiden telah mengeluarkan dekrit bahwa beberapa ribu tahanan akan segera dibebaskan karena virus corona," kata seorang pejabat di kantor Presiden Ashraf Ghani.

Mereka yang dibebaskan tidak akan termasuk anggota kelompok militan Taliban atau ISIS, dan prosesnya akan selesai dalam 10 hari, kata dua pejabat pemerintah.

"Tahanan dengan masalah kesehatan yang serius, wanita, anak-anak, orang tua di atas 55 tahun akan mendapat manfaat dari keputusan tersebut," kata Jaksa Agung Mohammad Farid Hamidi.

Afghanistan telah melaporkan 91 kasus virus corona dan tiga kematian. Provinsi Herat barat di negara itu telah mencatat setidaknya 54 dari 75 total kasus yang dilaporkan dalam pekan terakhir.

Kelompok-kelompok bantuan internasional dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan penyebaran virus corona di penjara di seluruh Afghanistan.

Ahmad Rashid Totakhil, kepala direktorat umum penjara, mengatakan keputusan untuk membebaskan 10.000 tahanan diambil untuk mengatasi penyebaran virus yang sangat cepat menular.

Tidak jelas apakah tahanan akan diuji atau diberi bantuan medis sebelum dibebaskan dari penjara di seluruh negeri.

Sumber : Reuters
Baca juga: Menlu Pompeo tiba di Kabul di tengah pandemi corona
Baca juga: Krisis COVID-19, Taliban dan Afghanistan runding damai via Skype
Baca juga: Pembebasan tahanan Taliban mandek karena perkara jaminan

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar