Syed Saddiq tolak bekerja sama dengan koruptor

id Malaysia,Pakatan Harapan,Syed Saddiq

Pertemuan Syed Saddiq (dua dari kanan) dengan Mahathir dan pimpinan partai Pakatan Harapan Sabtu pagi (29/2). Foto ANTARA/Ho-PMO. (1)

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Anggota Parlemen Muar dari Partai Bersatu, Syed Saddiq Abdul Rahman, menegaskan dirinya tidak akan bekerja sama dengan mereka yang terlibat dalam korupsi untuk membentuk sebuah pemerintahan.

Melalui akun twitter dan siaran pers, Sabtu, Ketua Armada Partai Pribumi Bersatu (Bersatu) yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut mengatakan integritas dan marwah perlu diutamakan bukan kepentingan partai.

Partai Bersatu sebelumnya menyatakan pencalonan Presiden Partai Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri kemudian mendapat dukungan dari Koalisi Barisan Nasional (UMNO, MIC dan MCA) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS) melalui pernyataan pers. Pencalonan Muhyiddin belum mendapat persetujuan Ketua Partai Bersatu, Mahathir Mohamad yang lebih dahulu meninggalkan ruang rapat.

Koalisi Barisan Nasional pada Pemilu 2018 merupakan lawan yang ditumbangkan oleh koaliasi Pakatan Harapan (PH) di mana Partai Pribumi ada di dalamnya setelah kemudian menyatakan keluar dari PH.

Menurut Syed Syadiq dirinya menjadi anggota partai politik beberapa tahun yang lalu karena ketika itu negara dihina, dikeji dan dipermalukan dengan kesalahan manajemen dan korupsi di mata dunia.

"Saya percaya rakyat Malaysia mempunyai hak untuk mempunyai negara yang lebih baik, negara yang bebas  rasuah (korupsi), yang dihormati dan mempunyai marwah," katanya.

Dirinya ingin menegaskan satu perkara bahwa dia tidak akan sesekali bekerja sama dengan golongan koruptor dan tidak setuju mendirikan pemerintahan bersama dengan mereka.

"Ini bukan lagi soal partai atau mayoritas, ini adalah soal identitas dan integritas,” katanya. .

Syed Saddiq mengatakan walaupun menyadari pendiriannya tidak disenangi oleh segelintir anggota partai politik tetapi menekankan rakyat berhak untuk mendapat pemerintah yang lebih baik.

"Saya paham pendirian saya tidak akan disenangi oleh segelintir anggota politik. Tetapi anggota politik datang dan pergi. Rakyat Malaysia adalah tuan sebenar-benarnya negara ini. Biar mati bermarwah, jangan hidup dijajah,” tegasnya dalam video yang ditayangkan di twitter.

Baca juga: Mahathir menyatakan peroleh dukungan mayoritas menjadi PM
Baca juga: Barisan Nasional - PAS dukung Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar