Ratusan tamu harus jalani 14 hari isolasi di dalam hotel di Spanyol

id wabah corona,virus corona,covid-19,corona di italia,corona di spanyol,hotel tenerife

Beberapa personel militer mengenakan masker ketika berjaga-jaga di luar katedram Duomo, yang ditutup oleh pihak berwenang karena wabah virus corona, di Milan, Italia, Senin (24/2/2020). ANTARA/REUTERS/Flavio Lo Scalzo/tm (REUTERS/FLAVIO LO SCALZO)

Madrid (ANTARA) - Ratusan tamu yang diisolasi di dalam hotel di pulau Tenerife, Spanyol, karena wabah virus corona, harus tetap berada di sana setidaknya hingga 14 hari ke depan, demikian menurut pejabat pemerintah daerah pada Rabu.

"Kami telah memutuskan untuk menempatkan para tamu hotel di bawah program isolasi, sementara mereka juga diawasi secara aktif selama 14 hari," kata seorang pejabat pemerintah daerah, Maria Teresa Cruz Oval, dalam konferensi pers.

Isolasi dilakukan terhadap sekitar 700 orang tamu setelah seorang dokter asal Italia yang menginap di hotel itu dikonfirmasi positif terjangkit virus COVID-19 pada Senin (24/2) malam. Istri dokter itu serta dua tamu Italia lainnya yang berpergian bersama, dikonfirmasi positif terinfeksi satu hari kemudian, Selasa (25/2).

Para tamu diinformasikan mengenai penerapan isolasi tersebut pada Selasa (25/2) pagi melalui kertas catatan yang diselipkan di bawah pintu kamar mereka.

Para staf hotel, jika tidak mempunyai gejala mirip flu, akan diizinkan untuk keluar masuk hotel dengan menjalani prosedur pencegahan, kata Cruz Oval menambahkan. Sementara bagi para tamu yang tinggal di Tenerife, kemungkinan dapat menjalani isolasi di rumah mereka masing-masing.

"Para tamu tanpa gejala apa pun dapat melakukan kegiatan normal di dalam hotel, dengan menerapkan langkah pencegahan. Sedangkan para tamu dengan gejala tertentu harus tetap menjalani isolasi di dalam kamar masing-masing," ujar Cruz Oval.

Sumber: Reuters

Baca juga: Bursa saham Spanyol merugi besar lagi, ketakutan Corona berlanjut
Baca juga: Spanyol konfirmasikan kasus pertama virus corona

Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar