Jerman catat kasus baru corona, satu pasien kritis

id Jerman,Baden-Wuerttemberg,virus corona,kasus baru

Ilustrasi: Seorang warga memakai masker saat berjalan di sebuah jalan di Kota Tehran, Iran, Selasa (25/2/2020). Iran menjadi negara kedua setelah China dengan jumlah kematian tertinggi akibat wabah virus Corona atau COVID-19 yang muncul sejak akhir Desember 2019 di Wuhan. Hingga Senin, 24 Februari 2020, pejabat Iran mengumumkan angka kematian akibat virus Corona meningkat menjadi 12 orang. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

Berlin (ANTARA) - Pria berusia 25 tahun di Negara Bagian Baden-Wuerttemberg, Jerman selatan, terbukti positif mengidap virus corona usai mengunjungi Milan, dan seorang pria di ujung utara berada dalam kondisi kritis akibat penyakit tersebut, ungkap otoritas, Selasa.

Kementerian Kesehatan Baden-Wuerttemberg menyebutkan pria di wilayah selatan itu, yang tampaknya baru terinfeksi selama kunjungan ke Italia, menghubungi pihak terkait setelah mengalami gejala seperti flu. Ia akan dirawat secara terpisah, tambahnya.

"Mereka yang melakukan kontak dengan pasien akan dikarantina di rumah dan akan ditanya kondisi kesehatannya setiap hari," katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan North Rhine-Westphalianegara menyebutkan pria di wilayah itu dibawa ke rumah sakit pada Senin malam dengan gejala serius pneumonia.

"Pasien dalam kondisi kritis dan saat ini diisolasi di unit perawatan intensif," kata kementerian.

"Istri pasien juga dirawat sebagai pasien rawat inap dengan gejala penyakit virus tersebut. Saat ini kondisinya stabil. Diagnosis apakah ia juga tertular virus tersebut masih belum diketahui," katanya.

Kasus baru virus corona terkonfirmasi itu menambah jumlah keseluruhan kasus COVID-19 di Jerman menjadi 18, tanpa laporan kematian.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aljazair umumkan kasus pertama corona

Baca juga: Kasus Covid-19 di luar China terus meningkat

Baca juga: Wakil menteri kesehatan Iran tertular virus corona

 

Terkait vaksin corona, WHO sebut proses kelayakan butuh waktu lama


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar